Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


BAB RAJA-K / BERHARAP. (1).




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Allah SWT berfirman:

وَاكْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَالَ عَذَابِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ

"Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 156)

Dimaksud berharap pada rahmat Allah, Firman Allah :

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

ذٰلِكَ جَزَيْنٰهُمْ بِمَا كَفَرُوْا ۗ وَهَلْ نُـجٰزِيْۤ اِلَّا الْـكَفُوْرَ.

"Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." (QS. Saba' 34: Ayat 17)

اِنَّا قَدْ اُوْحِيَ اِلَـيْنَاۤ اَنَّ الْعَذَابَ عَلٰى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى.

"Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memedulikannya)." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 48)

وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ.

Artinya : ”......... dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu”. (QS. Al-A'raf: Ayat 156)

1. Dari 'Ubadah bin Shamit, Rasul Saw. bersabda: ”Barang siapa menyatakan tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah Tunggal tiada serikat bagi-Nya, dan Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa hamba Rasul-Nya serta kalimat-Nya yang dijatuhkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga itu nyata demikian pula neraka juga nyata, maka Allah akan memastikan surga padanya setimpal amal perbuatannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Riwayat lain: ”Barang siapa menyatakan dua kalimat syahadat, pasti Allah melarang neraka padanya”. (HR. Muslim).

2. Dari Abu Dzar, Rasul Saw. bersabda, Allah berfirman: ”Barang siapa beramal kebaikan pahalanya dilipat gandakan sepuluh lebih, dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas satu siksaan atau diampuni. Barang siapa berusaha mendekatkan diri kepadaKu sejengkal, maka sehasta dia lebih dekat kepadaKu,

3. Dari Jabir: ”Seorang dusun/ badwi menghadap Nabi Saw. dan bertanya: ”Ya Rasul faktor apakah yang mengharuskan seseorang masuk surga atau neraka? Jawabnya: ”Barang siapa tewasnya tiada syirik kepada Allah, naik surga, dan barang siapa tewasnya/matinya syirik kepada Allah sudah barang tentu neraka terjunnya”. (HR. Muslim).

4. Dari Anas: ”Bahwasanya Nabi Saw. bersabda kepada Mu'adz sewaktu berangkat berkendaraan (dibelakang) ”Hai Mu'adz, baik ya Rasul jawabnya. Demikian itu diulang sampai 3x. Kemudian sabdanya: ”Tiada seorang manusia menyatakan dua kalimat syahadat dengan sepenuh hatinya, kecuali Allah haramkan neraka baginya. Sahut Mu'adz, ”Ya Rasul perkenankanlah aku sebar luaskan berita ini kepada segenap masyarakat dunia agar mereka berbesar hati? Jawab beliau Saw. ”Aku khawatir mereka akan ceroboh/gegabah=Jawa atau sembrono jika diberi tahu. Alkisah, berita ini disampaikan oleh Mu'adz menjelang ajalnya, iapun khawatir menyembunyikan ilmu atau takut dosa”. (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Dari Abu Hurairah atau ada yang meriwayatkan dari Abu Sa'id Hudri: ”Sewaktu bergejolak perang Tabuk, masyarakat tertimpa musibah paceklik, hingga mereka berkata: ”Ya Rasul, perkenankanlah kami memotong hewan ternak kami untuk dimakan dan diambil minyaknya? Jawabnya: ”Silahkan kalian perbuat. Lalu datanglah umat memprotes, katanya; ”Wah bahaya nantinya ya Rasul, kita kehabisan kendaraan kalau memperkenankan mereka berbuat demikian. Alangkah baiknya jika mereka disuruh menghimpun sisa-sisa makanannya pada secarik kain, lalu engkau berdo'a agar Allah berkenan memberkahi makanan tersebut. Rasul sangat mendukung gagasan Umar tersebut. Alkisah gagasan dari Umar itu dilaksanakan oleh semua pihak termasuk Rasul Saw. memanjatkan do'anya, dan selesai berdo'a, beliau bersabda: ”Aku nyatakan tiada Tuhan yang lain kecuali Allah, dan sungguh aku adalah Rasul-Nya”. Tiada seorang manusia yang akan menjumpai Allah dengan dua kalimat (syahadat) tersebut dengan penuh keyakinan, tanpa ragu, lalu terjauh dari surga”. (HR. Muslim). Maksudnya tiada tertolak dari surga.

6. Dari Ibnu Malik: ”Adalah sudah terbiasa aku shalat mengimami masyarakatku, yakni Bani Salim, sedangkan jarak antara rumahku dengan masjid terdapat suatu lembah yang airnya menggenang di musim hujan, sehingga aku kesulitan menyeberanginya. Lalu hal ini kusampaikan kepada Rasul Saw. sahutku: ”Ya Rasul, usia lanjut dan penglihatanku yang sudah menurun ditambah lagi dengan lembah di musim hujan dirasa banyak sekali kesulitan yang menghalanginya kehadiranku diantara rumah dengan masjid, oleh karena itu sudilah kiranya Rasul datang ke rumahku, dan shalat di suatu tempat di rumahku yang direncanakan kubuat mushalla. Jawab beliau Saw: ”Baiklah, kemudian beliau berangkat bersama Abu Bakar pada suatu hari kerumah Ibnu Malik, sesudah masuk dan sebelum duduk beliau Saw, bertanya: ”Mana tempat yang kau kehendaki untuk aku shalat? Lalu aku menunjukkannya. Mulailah beliau Saw. bertakbir dan aku bersama Abu Bakar ma'mun di belakangnya, shalat sunat dua rakaat. Dan sesudah salam beliau Saw. kutahan, karena aku telah mempersiapkan jamuan (berupa tepung campur daging dan gajih), namun tiba-tiba masyarakat kampung mendengar kedatangan beliau kerumahku dan akhirnya penuh rumahku oleh mereka. Salah seorang pria bertanya: ”Apa yang dilakukan Malik aku tiada melihatnya. Jawab pria lainnya: ”Itulah munafik yang tiada menyintai Allah dan rasul-Nya. Lalu dijawab oleh Rasul Saw. : ”Jangan kau katakan itu, tidak tahukah kamu bahwa ia telah menyatakan kalimat tauhid, semata mengharap keridhaan Allah? Jawab pria tersebut: ”Allah dan Rasul-Nya tahu pasti. Sedangkan kami tahu pasti bahwa cinta dan dialognya selalu memihak terhadap masyarakat munafik. Sabda beliau Saw. selanjutnya: ”Sungguh, Allah mengharamkan neraka bagi orang yang menyatakan: ”Dua kalimat syahadat, semata mengharap ridla Allah. (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Dari Umar bin Khatab: ”Beberapa orang tawanan perang dimajukan ke depan pengadilan Rasul Saw. salah seorang (wanita tawanan tersebut mencari anaknya, dan setiap melihatnya langsung diangkatlah anak itu disusui. Lalu Rasul Saw. bersabda; ”Tahukah kamu, apakah wanita ini sampai hati menjerumuskan anaknya ke jurang api neraka? Jawab sahabat: ”Demi Allah, tidak sampai hati berbuat demikian. Kemudian sabdanya: ”Sungguh, Allah sangat mengasihi hamba-Nya, melebihi kasih ibu terhadap anaknya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda: ”Sewaktu Allah menciptakan makhluk, Dia tetapkan dalam suatu kitab di atas 'Arsy : ”Bahwa rahmatKu lebih tinggi daripada marahKu” riwayat lain: ”RahmatKu lebih maju daripada marahKu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah Rasul Saw. bersabda: ”Allah menjadikan rahmat 💯 bagian dengan perincian sbb: 99 dikekang dan 1 bagian diturunkan untuk seluruh makhluk di dunia, sehingga mereka saling mengasihi dan menyayangi, sampai kau buktikan seekor hewan mengangkat kaki sebelah khawatir menginjak anaknya. Riwayat lain: "Bagi Allah 💯 rahmat, satu diantaranya diutus turun ke bumi, maka dengan satu rahmat itulah bangsa Jin, manusia dan hewan-hewan saling mengasihi dan menyayangi. Dan pengekangan 99 rahmat itu sengaja Allah melimpahkan nanti kepada para hamba-Nya di hari kiamat”. (HR. Bukhari dan Muslim).

🙏

"(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 9)


Sumber: Terjemah Kitab Riyadlush Shalihin.