Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
BAB KHAUF/ TAKUT ALLAH.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Ayat-ayat yang menyerukannya, yaitu:

وَاِيَّايَ فَارْهَبُوْ نِ (البقرة :٤٠)

Artinya: ”…. dan hanya kepada Ku kamu boleh takut.” (Al Baqarah 40)

اٌنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَـدِيْدٌ (البروج: ١٢)

Artinya: ”Sungguh siksa Tuhanmu sangat dahsyat.” (Al-Buruj 12).

Allah SWT berfirman:

وَكَذٰلِكَ اَخْذُ رَبِّكَ اِذَاۤ اَخَذَ الْقُرٰى وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۗ اِنَّ اَخْذَهٗۤ اَلِيْمٌ شَدِيْدٌ. اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ الْاٰخِرَةِ ۗ ذٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوْعٌ ۙ لَّهُ النَّاسُ وَذٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُوْدٌ. وَمَا نُؤَخِّرُهٗۤ اِلَّا لِاَجَلٍ مَّعْدُوْدٍ. يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَّسَعِيْدٌ. فَاَمَّا الَّذِيْنَ شَقُوْا فَفِى النَّارِ لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّشَهِيْقٌ.

Artinya: "Dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan. Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia. Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih." (QS. Hud 11: Ayat 102 s/d 106).

Allah SWT berfirman:

وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهُ (ال عمران : ٢٨)

Artinya: ”.... dan Allah meng-awas-awas kamu dengan siksa_Nya,” ( Ali Imran 28).

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِ. وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِ. وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِ. لِكُلِّ امْرِیءٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِ.

Artinya: "Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya." (QS. 'Abasa 80: Ayat 34 s/d 37)

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ. يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّاۤ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰـكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ.

Artinya: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras." (QS. Al-Hajj: 1 - 2)

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ (الرّهمن ٤٦)

Artinya: ”Bagi orang yang takut akan tegak di depan Tuhannya ada dua surga”. (Ar Rahman 46).

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَآءَلُوْنَ. قَالُـوْۤا اِنَّا كُـنَّا قَبْلُ فِيْۤ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ. فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰٮنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ. اِنَّا كُـنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُ ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَـرُّ الرَّحِيْمُ.

Artinya: "Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa. Mereka berkata, Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan kebaikan, Maha Penyayang." (QS. At-Tur 52: Ayat 25 s/d 28)

1. Dari Ibnu Mas'ud, Rasul Saw. bersabda: "Bahwasanyanya setiap orang diantaramu sperma/kejadiannya terhimpun dalam perut ibunya 40 hari berupa cairan, lalu 40 hari kemudian berubah menjadi darah, dan 40 hari kemudian menjadi gumpalan daging. Di saat itu datanglah malaikat yang ditugasi meniup ruh ke dalamnya, ditugasi pula menentukan empat ketentuan Tuhan, yaitu: "rizki, ajal, amal serta takdir celaka dan untungnnya. Demi Allah, tiada Tuhan yang lain, kecuali Dia, bahwasanya seseorang terkadang berbuat amalan penghuni syurga, sehingga diantara orang itu dengan syurga jaraknya hanya sehasta, namun ketentuan Tuhan telah mendahuluinya sehingg ia (menjelang matinya) berbuat amalan penghuni neraka, maka terjerumuslah ia kedalamnya. Dan sebaliknya, seseorang yang berbuat amalan penghuni neraka, sehingga diantaranya dengan neraka jaraknya hanya sehasta, namun ketentuanTuhan telah mendahuluinya sehingga ia (menjelang matinya) berbuat amalan penghuni syurga, maka naiklah ia ke syurga". (HR. Bukhari-Muslim).

2. Darib Ibnu Mas'ud, Rasul Saw. bersabda: "Di hari Kiamat nanti akan didrop/dikeluarkan neraka jahanam dengan 70.000 kendali, setiapnya dihela oleh 70.000 malaikat pula". (HR. Muslim).

3. Dari Nu'man bin Basyir, Rasul Saw. bersabda: "Bahwasanya siksa terkercil yang ditimpakan kepada penghuni neraka kelak di hari kiamat ialah dua bara api ditaruh di tungkaknya, sehingga sanggup menggolak-golakkan otaknya, lalu ia berperasaan seolah-olah tiada siksa terberat yang selain itu, padahal yang demikian itu siksa yang paling ringan". (HR. Bukhari - Muslim).

4. Dari Samurah bin Jundub, Nabi Saw. bersabda: "Di antara penghuni neraka ada orang yang disiksa hanya mata kakinya saja, ada yang sampai lututnya, dan ada pula yang sampai pusatnya, dan ada yang sampai bahunya." (HR, Muslim)

Hal itu sesuai dengan besar-kecilnya dosa yang pernah diperbuat sewaktu di dunia."

5. Dari Ibnu Umar, Rasul Saw. bersabda: "Manusia tegak menunggu putusan Tuhan penguasa alam, hingga ada salah seorang diantara mereka yang tengglam peluh sendiri sampai naik ke telinganya". (HR. Bukhari-Muslim).

6. Dari Anas: ”Rasul Saw. pernah menyampaikan suatu khutbah yang materi isinya sama sekali belum pernah kudengar, diantara sabdanya: ”Seandainya kalian tahu pasti seperti yang aku ketahui, pasti tiada banyak kesempatan tertawa, bahkan lebih banyak menangisnya. Maka dengan demikian para sahabat menutup muka masing-masing sambil menangis terisak-isak”. (HR. Bukhari- Muslim).

7. Dari Mikdad, Rasul Saw. bersabda: ”Matahari kelak di hari Kiamat merendah ke tubuh manusia dengan jarak kira-kira satu mil. Saat itu manusia bermandikan peluh sesuai dengan amal perbuatannya, diantara mereka ada yang peluhnya sampai mata kaki, lutut dan ada pula yang tenggelam sampa seraya menunjuk ke mulutnya, beliau dalam penjelasannya mulutnya”. (HR. Muslim).

8. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda: ”Kelak di hari Kiamat peluh manusia akan mengalir hingga tujuh puluh hasta ke tanah, mereka tenggelam dalam peluhnya sampai ke mulut dan telinga mereka”. (HR. Bukhari-Muslim).

9. Dari Abu Hurairah: ”Kami bersama Rasul Saw. tiba-tiba ada suara gemuruh, lalu beliau bertanya: "Hanya Allah dan Rasul_Nya yang mengetahui. Kemudian sabdanya: "Itulah suara batu yang dilontarkan ke jurang neraka 70 tahun silam, sekarang pendaratan sudah sama tinggal landas (pada dasar neraka), sampai terdengar oleh kalian". (HR. Muslim).

10. Dari Adi bin Hatim, Rasul Saw. bersabda: "Setiap orang diantaramu pasti dihadapkan dan ditanya oleh Tuhan secara langsung tanpa perantara (juru bahasa/penterjemah) lalu ia menoleh kanan kiri tiada yang dilihat kecuali amalnya, di depannya terlihat api. Maka pelihara dirimu dari siksa api neraka, sekalipun hanya dengan separoh biji kurma”. (HR. Bukhari-Muslim)

11. Dari Abu Dzar, Rasul Saw. bersabda: ”Sungguh aku dapat melihat hal-hal yang tabu/tiada dapat kau melihat, yaitu langit yang bergeret sewajarnya, karena tiada renggang empat jari tangan, kecuali di sela-sela itu ada malaikat bersujud kepada Allah. Demi Allah seandainya kalian tahu pasti seperti yang aku ketahui, pasti tiada waktu tertawa bagimu, bahkan lebih banyak menangisnya, dan tiada kesempatan bersenang-senang dengan istri-istrimu, dan kamu akan mencari tempat sunyi/tinggi memanjatkan do'a kepada Allah". (HR. Tirmidzi).

12. Dari Abu Barzah bin Ubaid, Rasul Saw. bersabda: "Di hari Kiamat, kaki seorang manusia tiada sanggup bergerak sebelum ditanya tentang umurnya dihabiskan untuk apa saja, tentang ilmunya dipakai apa saja, tentang hartanya, diperoleh dari mana dan dengan cara apa, lalu dipakai untuk apa saja, dan tentang tubuhnya, dibuat apa saja sampai rusaknya". (HR. Turmudzi).

13. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. mensitir ayat 4 surat Zilzal, lalu sabdanya: "Tahukah kamu apa khabarnya (bumi)? Mereka menjawab: "Allah dan Rasul_Nya tahu pasti, sabdanya: "Bahwasanya bumi itu sebagai saksi setiap manusia (pria-wanita) seperti kenyataan yang ada. Pernyataan bumi: "Pada hari anu dan itu, kalian telah berbuat demikian, demikian dan sebagainya, dan inilah khabarnya". (HR. Turmudzi).

Inilah ayatnya:

يَوْمَـِٔذٍ تُحَدِّثُ اَخْـبَارَهَا (الزلزال ٤)

Artinya: "Pada hari itu bumi mengkhabarkan segala beritanya". (Zilzal: 4).

14. Dari Abu Sa'id Hudri, Rasul Saw. bersabda: "Kenapa aku harus memuaskan kesenangan hidup, padahal malaikat pemegang sangkala sudah siap meniupnya tinggal menungguas surat izinnya saja, kapankah surat itu turun? Maka terasa beratlah atas para sahabat yang demikian itu. Lalu beliau menyerukan agar mereka membaca:

حَسْبُنَااللّٰهُ وَنِعْـمَ اْلوَكِيْلُ (رواه الترمذي).

15. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda: "Barangsiapa takut, hendaklah berangkat pagi-pagi buta, siapa lakukan itu pasti dapat lekas sampai tujuan (tempat). Ketahuilah bahwa dagangan Allah berkwalitas tinggi, mahal harganya, ketahuilah pula bahwa dagangan Allah yaitu surga". (HR. Turmudzi).

16. Dari Aisyah, Rasul Saw. bersabda: "Masyarakat dunia seluruhnya akan dihimpun kelak di hari Kiamat dalam keadaan telanjang bulat tanpa alas kaki dan belum khitan. Tanya Aisyah: "Ya Rasul, pria-wanita akan berkumpul saling melihat sebagian dengan lainnya? Jawabnya: "Hai Aisyah, urusan-urusan yang mereka hadapi sangatlah hebat, mereka tiada perduli lagi tentang hal saling memandang kepunyaannya". (HR. Bukhari-Muslim).

🙏