Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
BAB RAJA-K / BERHARAP (3).




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Jika


18. Dari Anas, Rasul Saw bersabda: ”Shalat 5 waktu diumpamakan seperti bengawan yang penuh airnya, mengalir di depan seseorang kami, dan ia mandi dengan air tersebut 5x setiap hari". (HR. Muslim).

19. Dari Ibnu Abbas: Rasul Saw. bersabda: ”Seorang muslim meninggal dunia, lalu dishalati oleh kawan sesama muslim sejumlah 40 orang selama meninggalnya tiada menyekutukan Allah, pasti Allah menerima syafaat 40 orang tersebut bagi muslim yang meninggal tadi”. (HR. Muslim).

20. Dari Ibnu Mas'ud: ”Kami sekitar 40 orang bersama Rasul Saw. dalam Kubah, lalu beliau bersabda: ”Legakah jika kalian seperempat penghuni surga? Jawab kami: ”Ya. Lalu sabdanya pula: ”Lega hatikah jika kalian sepertiga penghuni surga? Jawab kami: ”Ya. Kemudian sabdanya: ”Demi dzat yang diri Muhammad di bawah kekuasaanNya, sungguh aku menginginkan jika kalian separuh penghuni surga. Demikian itu, sebab yang masuk surga hanyalah orang muslim, padahal kalian berada di tengah-tengah orang musyrik seperti uban di bulu lembu hitam atau seperti rambut hitam di bulu lembu merah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

21. Dari Abu Musa, Rasul Saw. bersabda: "Ketika terjadi hari kiamat, Allah membuang dosa setiap muslim kepada yahudi atau nasrani, lalu berfirman: ”Inilah tebusanmu dari neraka". Riwayat lain: Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda: ”Kelak di hari kiamat masyarakat muslim ada diantaranya yang membawa dosa sebesar gunung, namun akhirnya Allah mengampuninya dosa mereka tersebut.” (HR. Muslim).

22. Dari Ibnu Umar, Rasul Saw. bersabda: ”Seorang mukmin didekatkan kepada Tuhan dan diliputi dengan rahmat-Nya kelak di hari kiamat. Lalu Allah bertanya: ”Kau tahu pasti terhadap dosamu ini? Jawabnya: ”Ya, aku tahu tahu dosa itu, pernah kuperbuat. Firman Allah selanjutnya: ”Kurahasiakan dosamu di dunia, dan sekarang Aku sudah memberi ampunan kepadamu. Akhirnya diberikan catatan amal baik kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

23. Dari Ibnu Mas'ud: ”Seorang pria berbuat mesum (mencium) seorang wanita bukan istrinya, lalu ia mengakui kesalahannya di depan Nabi Saw. maka Allah menurunkan ayat 114 s Hud. Kemudian tanya pria tersebut: ”Ya, Rasul, yang demikian itu apakah hanya berlaku pada diriku saja? Jawabnya: "Berlaku bagi seluruh umatku." (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah ayatnya :

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗ اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ ۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ

"Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)." (QS. Hud 11: Ayat 114)

24. Dari Anas, Rasul Saw. bersabda: ”Sungguh Allah sangat rela terhadap orang-orang yang selalu bersyukur sewaktu menghadapi hidangan makan atau minuman.” (HR. Muslim).

Dari Abu Musa, Nabi Saw. bersabda: ”Bahwasanya setiap malam Allah menghamparkan rahmat-Nya, agar mereka yang berbuat dosa di siang hari, mau bertaubat, demikian pula sewaktu siang, agar bertaubatlah yang berbuat dosa di malam harinya. Hal itu dilakukan Allah, hingga matahari terbit dari sebelah barat (kiamat).” (HR. Muslim).

28. Dari Abu Musa, Nabi Saw. bersabda:

إِذَا اَرَادَ اللّٰهُ تَعَالٰى رَحْمَةَ اُمَّةٍ قَبَضَ نَبِيَّهَا قَبْلَهَا فَجَعَلَهُ لَهَا فَرَطًا وَسَلَفًا بَيْنَ يَدَيْهَا ، وَاِذَا اَرَادَهَلَكَةَ اُمَّةٍعَزَّبَهَا وَنَبِيُّهَا حَيٌّ فَاَهْلَكَهَا وَهُوَ يَنْظُرُ فَاَقَرَّ عَيْنَهُ بِهَلَا كِهَاحِيْنَ كَذَبُوْهُ وَعَصَوْا اَمْرَهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).

Artinya: ”Sewaktu Allah berkenan melimpahkan karunia rahmat-Nya kepada suatu umat, maka dibunuhlah Nabi itu sebelum umat binasa, agar ia merintis jalan, peningkatan pahala umat. Dan ketika Dia akan menyiksa suatu umat, maka dibinasakanlah umat tersebut disaksikan Nabinya, secara puas, akibat mereka mendustakan dan memusuhinya." (HR. Muslim).

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهٗ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهٗ ۗ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا.

"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 57)

Tambahan.

Tidak semua kebaikanmu Akan dibalas dan diapresiasi oleh manusia. Manusia cepat lupa dan melupakan

Akan tetapi berharaplah hanya kepada Allah Allah pasti membalasnya Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan seorang mukmin

Allah berfirman,

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ 

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 115)

Berharaplah pada Allah saja balasannya Jangan pernah berharap pada manusia Engkau akan kecewa.

🙏

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90).