Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


BAB RAJA-K / BERHARAP. (2).




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



10. Dari Abu Hurairah: "Nabi Saw. meriwayatkan dari Tuhan, Firman-Nya: "Telah berbuat dosa seorang manusia, lalu ia panjatkan do'a: "Ya Allah ampunilah dosaku". Kemudian Firman-Nya: "Seorang hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu ia menyadari dosanya dan tahu pasti bahwa Tuhanlah yang akan mengampuni dosanya atau menuntutnya di hadapan sidang pengadilan-Nya". Sesudah itu ia berbuat dosa lagi dan mohon ampun lagi, demikian ia lakukan berulang-ulang tiada bosannya. Maka berserahlah kepadanya, berbuat sekehendak diri pribadinya". (HR. Bukhari dan Muslim).

11. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda: "Demi dzat yang diriku di bawah kekuasaan-Nya, seandainya kamu tiada berbuat dosa, pasti Allah akan melenyapkanmu, dan akan memperbaharui masyarakat/bangsa yang berbuat dosa lalu mohon ampun, kemudian Allah mengampuni mereka". (HR. Muslim).

12. Dari Abu Ayub, Rasul Saw. bersabda:

لَوْلَا اَنَّكُمْ تُذْ نِبُوْنَ لَخَلَقَ اللّٰهُ خَلْقًا يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُ لَهُـمْ .

Artinya: ”Seandainya kalian tiada berbuat dosa, pasti Allah akan menciptakan lagi suatu masyarakat yang berbuat dosa lalu mau beristighfar kepada-Nya, kemudian Allah mengampuni mereka". (HR. Muslim).

13. Dari Abu Hurairah: ”Sewaktu kami duduk bersama Nabi Saw, termasuk Abu Bakar, Umar dan para sahabat lainnya, lalu beliau Saw. tegak bangun (menyingkir dari tempat tersebut) dan cukup lama kami menunggu, namun belum juga kembali, perasaan khawatir meliputi kami, siapa tahu beliau tengah kesulitan mengatasi sesuatu masalah, akhirnya kami berdiri dan akulah orang pertama diliputi kegelisahan, aku keluar mencarinya, hingga memasuki ladang sahabat Anwar. Alkisah, sesudah berjumpa dengan beliau Saw. dan cerita secukupnya, kemudian beliau Saw. bersabda: "Pergilah Abu Hurairah, barang siapa bertemu denganmu di luar tembok ini menyatakan bahwa tiada Tuhan yang lain kecuali Allah sepenuh hatinya, maka besarkanlah hatinya bahwa ia akan naik surga. (HR. Muslim)

14. Dari Ibnu Umar bin Ash: "Bahwa Nabi Saw membaca membaca S. Ibrahim 36 yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim, dan S. Al-Maidah 118 yang berkaitan dengan Nabi Isa, kemudian beliau Saw mengangkat kedua tangannya berdo'a: اَللّٰهُـمَّ اُمَّتِى (رَوَاهُ مُسْلِم) Ya Allah tolonglah umatku, tolonglah umatku," seraya menangis, lalu Allah menyeru Jibril, Firman-Nya: "Hai Jibril, temuilah Muhammad Tuhanmu Maha Mengetahui, tanyakanlah faktor apakah yang menyebabkan dia menangis? Lalu berangkatlah Jibril menyampaikan tugasnya, maka Firman Allah kepada Jibril sekembali dari tugasnya: ”Hai Jibril kembali lagi temui Muhammad dan katakan kepadanya bahwa; ”Sungguh, Kami akan membuat lega hatimu sehubungan dengan umatmu dan Kami tiada merisaukan hatimu”. (HR. Muslim).

15. Dari Mu'adz bin Jabal: ”Sewaktu berkendaraan di belakang Nabi Saw. lalu beliau bersabda: ”Hai Mu'adz: ”Tahukah kamu hak Allah atas manusia? dan hak manusia atas Allah? Jawabku: ”Allah dan Rasul-Nya tahu pasti tentang hal itu. Sabdanya: ”Hak Allah yang harus dipenuhi oleh manusia yaitu menyembah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan hak manusia yang akan dipenuhi Allah yaitu: ”Allah tidak mungkin menyiksa manusia yang tiada menyekutukan-Nya. Tanyaku: ”Ya Rasul, perkenankanlah aku menyampaikan secara terbuka kepada halayak ramai? Jawabnya: ”Jangan dulu, nanti mereka enggan beramal dan berjihad.” (HR. Bukhari dan Muslim).

26. Dari Bara-k bin Azib, Nabi Saw. bersabda: ”Seorang muslim ketika masuk kubur ditanya, lalu ia menyatakan dua kalimat syahadat, maka demikianlah manusia muslim yang disebutkan dalam S. Ibrahim 27". (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah ayatnya:

يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ ۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَ ۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَآءُ

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Ibrahim Ayat: 27)

Dan dibawah ini adalah ayat-ayat Al Qur'an yang dikandung dalam hadits no. 14 tersebut diatas, Firman Allah:

رَبِّ اِنَّهُنَّ اَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ ۚ فَمَنْ تَبِعَنِيْ فَاِنَّهٗ مِنِّيْ ۚ وَمَنْ عَصَانِيْ فَاِنَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ibrahim Ayat 36)

اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۚ وَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Ma'idah: Ayat 118)

17. Dari Anas, Rasul Saw. bersabda: "Bahwasanya orang kafir ketika berbuat kebaikan di dunia, maka dengan sendirinya segera balasannya dipenuhi di dunia, adapun orang mukmin ketika beramal kebaikan, maka pahala/balasannya disimpan di akhirat, disamping rizkinya yang ia peroleh di dunia berkat keta'atan/ibadahnya. Riwayat lain: ”Bahwasanya Allah tiada menyia-nyiakan kebaikan orang mukmin, maka diberilah di dunia berupa karunia dan di akhirat berupa pahala. Adapun orang kafir kebaikannya di dunia segera diganti/dibalas sepenuhnya, hingga ketika menghadap Allah tiada sedikitpun balasan dari kebaikannya itu." (HR. Muslim).

🙏

Allah SWT berfirman: “Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT) hendaknya kamu berharap”.(QS. Al Insyirah: 8).