Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
BAB MENJATUHKAN HUKUM PADA LAHIRNYA.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Lengkapnya Bab menjatuhkan/memutuskan hukum kepada seseorang pada lahirnya, sedangkan hal-hal yang menyangkut rahasia isi hati mereka sepenuhnya diserahkan kepada Allah Swt.

Allah SWT berfirman:

فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَ اٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.

"Jika mereka bertobat dan melaksanakan sholat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka." (QS. At-Taubah: Ayat 5)

1. Dari Ibnu Umar, Rasul Saw. bersabda: ”Tugasku supaya memerangi manusia hingga mereka memeluk Islam dengan menyatakan dua kalimat syahadat, menegakkan shalat dan membayar zakat. Maka jika mereka sudah berbuat demikian, terpeliharalah darah dan harta mereka dariku, kecuali dalam memenuhi hak kewajiban agama Islam serta hisab/perhitungan amal mereka sepenuhnya di tangan Allah”. HR. Bukhari-Muslim).

Dari Tharik bin Asy-yam, Rasul Saw. bersabda:

مَنْ قَالَ:َ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ منْ دُوْنِ اللّٰهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اَللّٰهِ تَعَالَى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).

Artinya: ”Barang siapa menyatakan kalimat tauhid ”LAAILAAHA ILLALLAH” dan mengingkari berhala/sesembahan selain Allah, maka haram dibunuh dan haram diganggu hartanya, serta hisabnya pada Allah”.

3. Dari Mikdad bin Aswad: ”Ya Rasul, apa sabdamu jika aku di tengah medan laga, seseorang kafir memenggal batang tanganku hingga putus, lalu ia menghindari serangan balasanku di bawah pohon, seraya menyatakan: ”Aku masuk Islam agama Allah”. Apakah boleh aku membunuhnya, sesudah menyatakan Islam? Jawabnya: ”Jangan kau bunuh. Sahutku: ”Ya Rasul, pernyataannya sesudah ia memutuskan tanganku? Jawabnya: ”Jangan kau bunuh, kalau kau memaksa membunuhnya, berarti kau menjadi kafir seperti kedudukannya sebelum kau bunuh, dan sebaliknya ia menjadi muslim seperti sebelum kamu membunuhnya”. (HR. Bukhari-Muslim).

4. Dari Usamah bin Zaid: ”Rasul Saw. menugaskan kami ke Huraqah dari suku Juhainah, sesampainya di sana, pagi-pagi buta langsung kami menyerbu mereka, dan dalam keadaan terkepung diantara mereka ada yang menggemborkan kalimat tauhid, seorang kawanku (sahabat) Anshar menghentikan serbuannya, dan aku terus maju menikam musuh tersebut dengan tombakku, tewaslah ia. Sepulangnya kami ke Madinah, Rasul Saw. mendengarkan peristiwa tersebut lalu sabdanya: ”Hai Usamah, orang itu kau bunuh sesudah menyatakan kalimat tauhid? Jawabku: ”Ya Rasul, ia hanya sekedar bertopeng Islam demi keselamatan dirinya. Sabdanya: ”Orang itu kau bunuh sesudah menyatakan kalimat tauhid? beliau mengulang pertanyaannya. Sehingga aku ingin seandainya di hari itu baru memeluk Islam”. (Bukhari-Muslin).

Riwayat lain: ”Orang itu kau bunuh sesudah menyatakan kalimat tauhid? Jawabku: "Demikian itu sekedar menghindari senjataku ya Rasul? Sabdanya: "Kau sudah membelah dadanya, hingga kau tahu pasti tentang itu? Dan beliau mengulang-ulangnya, hingga keinginanku seandainya di hari itu baru memeluk Islam".

5. Dari Jundub bin Abdullah: "Bahwasanya Rasul Saw. menugaskan sepasukan tentaranya supaya memerangi kafir musyrik, setelah berhadapan dua pasukan tersebut, maka salah seorang kafir membunuh seorang muslim, kemudian kawanan muslim lengahnya kafir itu, dan sewaktu pedang berada di atas kepalanya, seorang kafir tersebut menyatakan kalimat tauhid, dan tewas dibabat pedang muslim. Seusai perang Khabar itu terdengar oleh beliau Saw. Lalu beliau menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan, sabdanya: "Kenapa kau bunuh dia? Jawabnya: "Karena ia telah membunuh kawanan muslim ya Rasul? pak anu, saudara anu dan itu telah dia binasakan, hingga majulah aku menyerangnya, dan sewaktu ia melihat pedang di atas kepalanya, tiba-tiba ia menyatakan kalimat tauhid. Sabdanya: "Langsung kau bunuh dia? Jawabnya: "Ya. Lalu sabdanya pula: "Apa katamu nanti di hari Kiamat menghadapi tuntutan kalimat tauhid tersebut? Jawabnya: "Sudilah anda memohonkan ampun bagiku ya Rasul. Sabdanya itu diulang hingga 3x (yakni apa katamu nanti di hari Kiamat menghadapi tuntutan kalimat tauhid tersebut)". (HR. Bukhari)".

🙏