BAB JANGAN MENYAKITI PARA SHALIHIN DAN MASAKIN.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Shalihin atau orang-orang yang baik-baik, sedangkan masakin yaitu orang-orang miskin. Mereka semua itu tidak boleh disakiti atau dianiaya baik fisik ataupun jiwa/hatinya.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا
Artinya : "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 58)
Adapun hadits-haditsnya, diantaranya yaitu :
1. Dari Abu Hurairah : ”Barangsiapa menentang seorang kekasihKu, sungguh Aku akan memeranginya,…” (HR. Bukhari).
2. Dari Abu Hurairah: ”Hai Abu Bakar jika kau membuat jengkel hati mereka, berarti telah mengundang marah Tuhanmu, …” (HR. Muslim).
3. Dari Jundub bin Abdullah, Rasul Saw. bersabda : ”Barang siapa shalat subuh, ia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai kau dituntut oleh Allah, akibat menyakiti orang-orang yang berada dalam jaminan_Nya itu, bahwasanya barang siapa dituntut Allah akibat semacam itu (menyakiti mereka maka ia menemukan Dia, kemudian akan dijerumuskan ke dalam neraka jahannam”. (HR. Muslim).
“Barangsiapa memanggil seseorang dengan panggilan kufur atau memanggilnya dengan mengucapkan, Hai musuh Allah!’, padahal keadaan orang itu tidak demikian, maka panggilannya tadi akan kembali kepadanya.” (HR. Bukhari, Muslim, dari Abu Dzar)
