Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


BAB KEISTIMEWAAN CINTA ALLAH.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Lengkapnya Bab keistimewaan cinta karena Allah dan perintah atasnya, serta pemberitahuan/pernyataan terhadap orang yang dicinta juga tentang jawabannya.

Firman Allah :

مُحَّمَدًرَسُوْلُ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ اَشِدَّآءُ عَلَى اْلكُفَّارِ رُحَمَآء بَيْنَهُمْ.

Artinya: Muhammad itu Rasul Allah, orang-orang yang bersama dengannya (orang mukmin) sangat keras terhadap orang-orang kafir, mereka saling mengasihi dan menyayangi". (Al-Fath: 29).

وَالَّذِيْنَ تَبَوَّؤُا الدَّارَوَاْلاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَاِلَيْهِمْ.

Artinya: "Orang-orang yang berdomisili di Madinah dan beriman sebelum mereka (para sahabat Anshar), mereka sangat mengasihi orang-orang yang hijrah kepada mereka". (Al-Hasyr: 9).

1. Dari Anas, Rasul Saw. bersabda :

ْ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ اْلاِيْمَانِ، اَنْ يَكُوْنَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهُ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِمَّاسِوَاهُمَا، وَاَنْ يُحِبَّ اْلمَرْءَلَا يُحِبُّهُ اِلَّا لِلّٰهِ، وَاَنْ يَكْرَهَ اَنْ يَعُوْدَ فِى اْلكُفْرِ بَعْدَ اَنْ اَنْقَذَهُ اللّٰهُ مِنْهُ كَمَايَكْرَهُ اَنْ يُقْذَفَ فِى اْلنَّارِ .

Artinya: "Ada tiga sikap dan perbuatan/tindakan yang dapat membuktikan rasa manisnya iman seseorang, yaitu : "Pertama, adanya rasa cinta kepada Allah dan rasul-Nya mengalahkan segalanya. Kedua, menyintai sesama manusia hanya karena Allah. Ketiga, membenci perbuatan kafir, sesudah Allah membebaskannya, seperti halnya benci dilemparkan ke jurang neraka". (HR. Bukhari-Muslim).

2. Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda: "Ada tujuh manusia yang patut memperoleh perlindungan Allah kelak di saat tiada tempat berlindung, kecuali kepada-Nya, yaitu: "Pemimpin yang adil dan bijak, pemuda yang tekun beribadah kepada Allah, orang yang hatinya condong ke mesjid, dua orang yang berkawan dan berpisah saling mengasihi semata karena Allah, dan seorang pria yang menolak ajakan laku serong wanita cantik, dan berkata: "Aku takut Allah", lalu seorang yang suka merahasiakan sedekahnya hingga tangan kanan bersedekah tanpa sepengetahuan yang kiri, kemudian seorang berdzikir kepada Allah di tempat sunyi dengan air mata berlinang". (HR. Bukhari-Muslim).

3. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda: "Bahwasanya kelak di hari kiamat Allah berfirman: "Mana orang-orang yang saling mengasihi dan menyayangi karena keluhuran_Ku, sudah saatnya bernaung di bawah naungan_Ku, karena tiada seorang pun selamat, kecuali di bawah naungan_Ku". (HR. Muslim).

4. Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda:

وَالَّذِىْ نَفْسِىْ بِيَدِهِ لَاتَدْ خُلُوا اْلجَنَّةٕ حَتَّى تُؤْمِنُوْا وَلَاتُؤْمِنُوْا حَتَّى تُحَآبُّوْا، اَوَلَا اَدُلُكُمْ عَلٰى شَىْءٍ اِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ اَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ.

Artinya: "Demi dzat yang jiwaku di bawah kekuasaan_Nya, kalian tidak bisa masuk surga, kecuali beriman kepada Allah, dan belumlah dianggap beriman sehingga kasih sayang terhadap sesamanya perhatikanlah, faktor apakah yang membangkitkan rasa kasih sayang diantara kalian? Itulah memasyarakatkan ucapan salam diantara kalian". (HR. Muslim).

5. Dari Barra-k bin Azib, Nabi Saw. bersabda tentang keistimewaan sahabat Anshar: "Tiada seseorang menyintai mereka kecuali seorang mukmin, dan tidaklah seseorang membenci mereka, kecuali orang munafik. Barang siapa menyintai mereka berarti dikasihi Allah, sebaliknya orang membenci mereka berarti dimarahi Allah". (HR. Bukhari-Muslim).

6. Dari Mu'adz Rasul Saw. bersabda: Firman Allah : "Orang-orang yang saling mengasihi, semata karena keluhuran_Ku, maka bagi mereka disediakan podium-podium terbuat dari nur-cahaya, yang sangat didambakan oleh para Nabi dan para syuhada-k". (HR. Turmudzi).

7. Dari Abu Idris Khaulani: "Aku masuk masjid Jami' Damsyik, lalu terlihatlah seorang pemuda tampan putih bersih giginya, ia berada di tengah-tengah majelis yang dikelilingi oleh para jamaah (semacam forum diskusi), dan jika ada masalah yang tiada dapat mereka pecahkan, rupanya mereka dengan penuh perhatian terhadap pendapat seorang pemuda tersebut. Sewaktu kutanyakan kepada salah seorang peserta diskusi, diberi tahukan kepadaku bahwa: "Dialah seorang yang bernama Mu'adz bin Jabal (sahabat Nabi Saw)". Lalu keesokan harinya, aku datang lebih pagi dan kutemukan ia tengah shalat di masjid tersebut, sesudah salam aku berkata kepadanya: "Demi Allah, aku sangat menyintai anda. Jawabnya: "sungguh karena Allah? Kataku : "Sungguh karena Allah. Dan ia meyakinkan dengan dialog itu sekali lagi. Lalu ujung sorbanku ditarik, agar aku mendekatnya, katanya : "Besarkan hatimu, sungguh aku telah dengar Rasul Saw. bersabda, Allah berfirman: "Orang-orang yang saling mengasihi dan menyayangi, semata hanya karena Aku, wajib baginya kasih sayang_Ku, demikian pula yang berdiskusi ilmu karena agama_Ku, serta saling berkunjung semata mengharap ridla_Ku dan saling membantu karena Aku". (HR. Malik).

8. Dari Mikdad, Nabi Saw. bersabda: "Ketika seseorang menyinta saudara/kawannya, maka hendaklah menyampaikan informasi bahwa ia menyinta semata hanya karena Allah". HR. Abu Daud).

9. Dari Mu'adz, Rasul Saw. Menyeret tanganku seraya berkata: "Mu'adz, sungguh aku menyintaimu, dan dengarkanlah pesanku; "Hai Mu'adz sehabis shalat, jangan sekali-kali kau lewatkan do'a ini:

اَللّٰهُمَّ اَعِنِّى عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَ تِكَ.

Artinya: "Ya Allah, berilah kekuatan aku berdzikir kepada_Mu, dan mensyukuri nikmat karunia_Mu serta memperbaiki baktiku kepada_Mu". (HR. Abu Daud-Nasa-i)

10. Dari Anas : "Seorang pria tengah duduk di sisi Nabi Saw. lalu ada seorang pria lain lewat di mukanya, kemudian pria pertama berkata kepada Nabi: "Ya Rasul, sungguh aku menyintainya, jawabnya: "Sudah pernahkah kau menyampaikan tentang cintamu kepadanya? Pria itu menjawab : "Belum pernah kusampaikan. Sabdanya: "Sampaikan berita itu kepadanya. Maka pria kedua yang lewat tadi diberitahu : "Sungguh aku menyintaimu semata karena Allah. Jawabnya : "Terimakasih, semoga Allah juga menyintaimu, seperti halnya engkau menaruh cinta padaku semata karena Allah". (HR. Abu Daud).

🙏