Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Infaq ...



BAB INFAK TERTINGGI.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Infak atau derma terbaik yaitu barang/harta yang masih disenangi oleh dirinya sendiri. Firman Allah:

لَنْ تَـنَـالُوااْلبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ. (ال عمران : ٩٢)

Artinya: ”Kamu tiada akan mencapai kebaikan, kecuali kalau mau menafkahkan/mendermakan sebagian harta yang masih kau senangi.” (Ali Imran: 92)

يَـآ اَيُّـهَـاالَّذِيْنَ اٰمَنُوْآ اَنْفِقُوْا مِنْ طَيٍّـبٰاًتِ مَـاكَسَبْتُمٍ وَمِمَّا اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ اْلاَرٍضِ وَلَا تَيَمَّمُوا اْلخَبِيْثَ مِنْـهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْـهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْافِيْهِ وَاعْلَمُوْآ اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ.

Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian daripada (hasil) usaha kamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk, lalu kamu nafkahkan daripadanya, sedangkan kamu tiada mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata padanya. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Baqarah [2]: 267)

(**) Sesuatu yang disedekahkan hendaklah yang bagus, tidak layak memberikan sesuatu yang kita sendiri kurang menyukainya.

Dari Anas; ”Abu Thalhah adalah salah seorang hartawan terkaya di kota Madinah (sahabat Anshar), dari sekian hektar luas dan banyaknya lahan kebun kurma yang paling disenangi ialah perkebunan Bairuha yang letaknya di muka masjid, alkisah Rasul Saw. senang sekali minum air jernih yang sumbernya berada di lokasi perkebunan Bairuha tersebut dan sewaktu ayat 92 s. Ali Imran turun, Abu Thalhah menghadap beliau Saw, katanya; ”Ya Rasul, sehubungan dengan turunnya ayat tersebut di atas, maka harta kekayaanku yang paling kucintai (yakni kebun Bairuha) dengan ucapan Bismillah kusedekahkan agar menjadi tabunganku di sisi Allah, dan hal itu kupercayakan sepenuhnya kepadamu ya Rasul, terserah kepadamu akan diberikan kepada siapa saja sesuai dengan petunjuk Allah kepadamu. Lalu Rasulullah bersabda; ”Bagus sekali Abu Thalhah, itulah harta benda yang menguntungkan dan itulah harta benda yang berlaba terbesar, dan aku telah menyatakan kebenaran pernyataanmu itu, sedangkan menurut hematku akan lebih baik lagi jika kau sedekahkan kepada keluarga/familimu terdekat. Sahut Abu Thalhah; ”Baiklah ya Rasul, akan kulaksanakan anjuranmu sebaik-baiknya.” Maka dengan segera Abu Thalhah membagikannya kepada para famili terdekat dan sepupunya.” (HR. Bukhari Muslim).

🙏