Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Wasiat bagi kaum wanita



WASIAT BAGI KAUM HAWA.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Firman Allah ;

وَعَـاشِرُوْ ه‍ُنَّ بِاْلمَـعْرُو ْفِ (لنّساء:١٩)

Artinya : ”Bergaullah dengan istrimu dengan sepatutnya.” (An-Nisa-k 19).

وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْٓا اَنْ تَـعْــدِلُوْا بَيْنَ النِّسَـاءِ وَلَوْحَرَصْتُمْ فَلَاتَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَّذَرُوْه‍َـا كَاْلمُـعَـلَّـقَـةِ ، وَاِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَـإِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَحِيْمًَـا (النّساء : ١٢).

Artinya : ”Kau takkan kuasa berlaku adil mengatasi wanita-wanita itu, sekalipun kau sangat mendambakannya, oleh sebab itu janganlah kau terlalu condong, hingga kau tinggalkan mereka sebagai seorang yang tergantung. Jika kau perbaiki kesalahanmu dan bertakwa, sungguh Allah Pengampun dan Penyayang.” (An-Nisa- k: 129).

1. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda; ”Berwasiatlah secara baik kepada para istrimu, karena istrimu itu berasal dari tulang rusuk yang bengkok, maka jika kau luruskan dengan keras/paksa pasti patah, dan jika kau biarkan pasti tetap dalam keadaan bengkok, oleh sebab itu berwasiatlah secara baik kepada mereka itu.” (HR. Bukhari-Muslim).

Riwayat lain; ”Para istri itu, seperti tulang rusuk melengkung, jika diluruskan secara paksa berarti akan mematahkannya, dan jika kau cari kepuasan belaka darinya berarti cara kepuasan menetapkan bengkoknya.” (HR. Bukhari -Muslim).

Riwayat lain; ”Para istri itu berasal dari tulang rusuk yang tiada tetap pada suatu peraturan, maka jika hanya bersenang-senang dengan mereka, berarti bersenang-senang dalam bengkoknya, dan jika diluruskan secara paksa berarti akan mematahkannya (patah dengan artian cerai).

Tehnis perbaikan kaum hawa, harus dengan penuh kebijakan.

2. Dari Abdullah bin Jam'ah, ia dengar Nabi Saw dalam khutbahnya unta mu'jizat Nabi Shalih dan pembunuhnya, sabdanya; ”Ketika seorang kejam bangkit, maka bangkitlah seorang algojo terkejam yang disegani masyarakat. Kemudian beliau menyinggung kaum hawa, sabdanya; ”Seseorang dari kamu dengan sengaja memukul istrinya seperti kepada buruhnya, tiada tertutup kemungkinan di malam harinya bersetubuh bersama. Kemudian menasehati mereka akibat tertawa dari kentut, sabdanya; ”Kenapa seseorang dari kamu mentertawakan kejadian itu.” (HR. Bukhari-Muslim).

3. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw bersabda:

لَايَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةٌ اٍنْ کَرِهَ مِنْهَاخُلُقًـا رَضٍىَ مِنْهَـا اٰخَرَ اَقَـالَ غَيْرَهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya : ”Janganlah seorang pria mukmin terburu-buru membenci/mencerai istri (mukminah) nya, karena tidak menutup kemungkinan selain ada perilaku yang tidak menyenangkan, juga terdapat perilaku lainnya yang memuaskan anda”. (HR. Muslim).

4. Dari Amr bin Ahwash, ia dengar Rasul Saw. dalam khutbah Wada'nya bersabda; ”sesudah bertahmid; ”Ketahuilah hai kaum pria, berwasiatlah secara baik kepada para istrimu, bahwasanya mereka itu hanyalah sesuatu yang ditentukan oleh agama belaka, kecuali jika mereka berbuat keji secara nyata, maka jika demikian pisahkanlah dari tempat tidur mereka, ajarlah dengan pukulan ringan yang tiada berbahaya, kemudian jika sudah taat, janganlah dicaci atau dicela dan lain-lain. Ketahuilah bahwasanya bagimu ada hak atas mereka, seperti mereka pun punya hak atas kalian. Hak kewajiban mereka atasmu yakni tidak diperkenankan memasukkan orang lain yang tidak kalian senangi ke dalam rumahmu. Sedangkan hak kewajibanmu atas mereka yakni bergaul dengan mereka secara baik, terutama tentang nafkah pakaian dan makanan”. (HR. Turmudzi).

5. Dari Mu'awiyah bin Haidah; ”Ya Rasul apakah hak kewajiban seorang suami terhadap istrinya? Jawabnya; ”Yaitu memberi makan sebagaimana kau makan, memberi pakaian seperti halnya kau berpakaian, dan janganlah kau memukul mukanya, atau menjelekkannya serta jangan memisahkan kecuali dalam rumah itu.” (HR. Abu Daud).

6. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw bersabda:

اَکْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُکُمْ لِنِسَاءِهِمْ.

Artinya: ”Orang mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik Budi pekertinya, dan yang terbaik di kalanganmu yaitu yang paling harmonis hubungan dengan para istrinya.” (HR. Turmudzi).

7. Dari Iyas bin Abdullah, Rasul Saw. bersabda; ”Jangan kau pukul kaum hawa/hamba-hamba Allah. Lalu Umar datang dan berkata; Ya Rasul, sekarang para istri pada berani kepada para suaminya, hingga Rasul mengizinkan memukul mereka. Kemudian berduyunlah kaum hawa menghadap Rasul mengadukan kekejaman para suaminya, maka bersabdalah beliau Saw.: Sungguh tidak sedikit kaum hawa mengelilingi rumah Rasul, mengadukan kekejaman para suaminya, mereka yang bertindak demikian itu tidak tergolong orang yang baik diantara kalian.” (HR. Abu Daud).

8. Dari Abdullah bin Amr bin Ash , Rasul Saw bersabda:

اَلدُّنْيَـامَتَـاعٌ وَخَيْرُ مَتـاعِ الدُّنْيَـا اَلْـمَرْأَةُ الصَّـالِحَةُ (رَوَاهُ مُسْلِمْ).

Artinya : ”Dunia adalah kesenangan yang bersifat sementara, sedangkan kesenangan dunia yang paling indah adalah kaum hawa (istri) yang baik budi pekertinya.” (HR. Muslim).

🙏