BAB MENGASIHI ANAK YATIM.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Lengkapnya bab mengasihi anak yatim dan anak-anak kecil/putra-putri, orang-orang lemah, dan miskin, serta bersikap sopan serta meringankan beban penderitaan mereka.
Ayat-ayat yang menyerukan hal itu sebagai berikut :
وَاخْفِضْ جَنَـاحَكَ لِلْمُؤْمِنِايْنَ .(الحجر ٨٨)
Artinya : ”…..dan rendahkanlah sayapmu kepada orang-orang mukmin, jangan bersikap sombong.” (Al Hijr 88).
فَاَمَّـااْليَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ،
فَاَمَّـااْليَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ، وَاُمَّـاالسَّإٍـلَ فَلَا تَنْهَرْ (الضّحٰى ؛ ١٠-٩)
Artinya : ”Adapun anak-anak yatim janganlah kau paksa, dan orang yang meminta (bertanya) janganlah kau hardik.” (Adh Dluha: 9-10).
اَرَاَيْتَ الَّذِى يُكَذِّبُ بِالدِّيْنٍ فَذٰلِكَ الَّذِىْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ، وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَـامِ اْلمٍسْكِـيْنِ (المـاعون : ١-٤)
Artinya : ”Tahukah kamu orang yang mendustakan pembalasan (agama)? Maka demikian itu ialah orang yang mengusir anak yatim, dan tidak suka menyuruh memberi makan orang miskin.” (Al Ma'un : 1-3)
1. Dari Sa'ad bin Abi Waqash; ”Sewaktu kami enam orang/kelompok bersama Nabi Saw. datanglah tokoh masyarakat musyrik berkata kepada beliau Saw. : ”Enyahkanlah mereka yang bersamamu itu, agar tiada sembrono kepada kami”. Enam orang dimaksud yaitu; ”Aku sendiri (Sa'ad), Ibnu Mas'ud dan seorang pria suku Hudzail, Bilal dan dua orang pria yang tidak disebut namanya. Lalu terasalah apa yang dikehendaki Allah dalam jiwa Rasul Saw. turunlah ayat 52. S. Al An'am”. (HR. Muslim)
Inilah ayatnya:
وَلاَقَدْرُدِ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّـهُــمْ بِـالْـغَدَاةٍ وَاْلَعَشٍىٍِّ يُرٍيْدُوْنَ وَجْهًَهُ (الانعام : ٥٢)
Artinya : ”Jangan kau enyahkan (jangan diusir) orang-orang yang menyembah Tuhannya di pagi dan sore hari, semata mengharap keridhaan Allah.” (Al An'am : 52).
2. Dari 'Aidz bin Amr; ”Bahwasanya Abu Sufyan datang kepada Salman, Shuhaib, Bilal dan beberapa orang sahabat, lalu mereka berkata; ”Pedang-pedang Allah belum selesai membabat/membinasakan musuh-musuh Allah.” Sahut Abu Bakar: ”Apa yang kau katakan kepada tokoh pimpinan masyarakat Quraisy itu? Kemudian berita ini disampaikan kepada Nabi Saw. Jawab beliau: ”Hai Abu Bakar kenapa kau buat hati mereka jengkel? kalau kau menjengkelkan mereka berarti kau telah mengundang kemarahan Allah. Akhirnya Abu Bakar kembali menemui mereka, dan katanya: ”Hai saudara-saudaraku, sikap dan perkataanku tadi apakah membuat jengkel hati kalian? Jawabnya: ”Tidak, mudah-mudahan Allah mengampuni kesalahanmu hai saudaraku.” (HR. Muslim).
3. Dari Sahl bin Sa'ad, Nabi Saw bersabda:
اَنَـاوَكَافِلُ اْليَتِيْمْ فِى اْلجَنَّةِ هٰكَذَا، وَاَشَـارَ بِـاَلسَبَـابَـةِ وَاْلوُسْطٰى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُـمَـا (رواه البخارى)
Artinya : ”Aku dan para pengasuh/penyantun anak yatim di surga, berdampingan seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.” (HR. Muslim).
Pengasuh atau pemelihara, yang selalu berusaha meringankan beban penderitaan dan mengurusi segala macam kebutuhan hidupnya.
4. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda: ”Pengasuh anak yatim, baik dari keluarga terdekat atau lain orang, kelak bersama denganku di surga, seperti ini, Malik bin Anas dalam riwayatnya: ”Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan tengah.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Hurairah; Nabi Saw. bersabda:
لَيْسَ اْلمِسْكِيْنُ الَّذِىْ تَرُدُّهُ الَتَّمْرَةُ وَاَلتَّمْرَتَانِ وَاللُّقْـمَـةُ وَاللُّـقْـمَـتَـانِ اِنَّمَـا اْلمِسْكِيْنُ الَّذِىْ يَتَعَفَّـفُ (متّفق عليه)
Artinya : ”Yang disebut orang miskin bukanlah orang yang ketika hidupnya selalu minta-minta makanan atau kebutuhan lainnya, tetapi yang dimaksud miskin yaitu yang berbudi luhur dan enggan meminta-minta satu dua biji kurma atau sesuap nasi.” (HR. Bukhari - Muslim)
6. Dari Abu Hurairah; Nabi Saw. bersabda:
الَسَـاعِى عَلَى الْاَرْمَـلَـةِ وَاْلمِكٍيْنِ كَالْمُجَـاهِدٍفِى سَبِيْلِ اَللّٰهِ، وَاَحْسُبُهُ قَالَ: وَكَالْقَإِمِ الَّذِىْ لاَيَفْتُرُ وَكَالصَّإِمِ الَّذِىْ لَايُفْطِرُ (مُتَّفَقُ عَلَيْهِ)
Artinya : ”Orang yang membantu seorang janda dan orang miskin seperti orang yang jihad fi sabilillah, bahkan seperti orang yang selalu bangun/tahajud di malam hari dan puasa di siang hari sepanjang usianya ”. (HR. Bukhari-Muslim)
7. Dari Abu Hurairah; Nabi Saw. bersabda:
شَـرُالطَّـعَامِ طَعَامُ اْلوَلِيْمَةِ يُمْنَعُـهَـا مَنْ يَـأْتِيْهَا، وَيُدْغٰى اِلَيْهَـامَنْ يَـابَـاهَـا وَمَنْ لَمْ يُجِبِ الدَّعْوَةَفَقَدْ عَصَى االّٰهَ وَرَسُوْلَهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Artinya : ”Seburuk-buruk makanan ialah jamuan makanan bagi orang yang tidak diundang, dan jamuan makanan bagi orang yang tiada hajat baginya, dan barang siapa tidak mau menghadiri undangan walimah, maka sungguh ia menyalahi Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Muslim).
7. Dari Abu Hurairah; Nabi Saw. bersabda: ”Seburuk-buruk makanan ialah jamuan makanan walimah dimana para undangan kebanyakan dari mereka yang kaya, sedangkan para fakir miskin terdekat tidak diundang.” (HR. Bukhari-Muslim)
8. Dari Anas, Nabi Saw. bersabda : ”Barang siapa memelihara dua anak gadisnya dengan sempurna (dijamin suci keperawanannya) sampai dewasa, maka kelak di hari kiamat aku bersama dengannya seperti dua jari ini.” (HR. Muslim).
9. Dari ’Aisyah; ”Seorang wanita pengemis bersama dua anak putrinya datang kerumahku, dan aku tidak bisa memberi suatu apapun kecuali sebiji kurma, lalu dibagikan kepada dua anak putrinya, wanita itu sendiri tidak makan, lalu keluarlah mereka. Tidak lama sesudah itu masuklah Rasul Saw. kerumah, dan kusampaikan hal itu kepadanya, maka jawabnya: ”Barang siapa diberi amanat berupa anak-anak wanita, lalu dapat memelihara mereka sebaik-baiknya, maka kelak menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Bukhari-Muslim)
10. Dari Aisyah; ”Seorang wanita miskin kerumahku bersama dua anak putrinya, lalu kuberikan tiga buah kurma kepadanya, dan dua buah kurma langsung diberikan oleh wanita itu kepada kedua anak putri tersebut, kemudian sewaktu ia akan makan sisa kurma yang ada, tiba-tiba diminta oleh kedua anak putri tersebut lalu dibagi dua olehnya, dan diberikan kepada mereka berdua. Melihat demikian itu aku merasa kagum dan kusampaikan hal itu kepada Rasul Saw. maka jawabnya; ”Sungguh Allah sudah mewajibkan dia masuk surga, atau membebaskannya dari siksa api neraka.” (HR. Muslim).
11. Dari Ibnu Amr Al Khuza'i : ”Rasul Saw. telah berdo'a; Ya Allah sungguh aku menganggap dosa bagi orang yang sembrono/gegabah menyalah gunakan hak anak yatim dan wanita.” (HR. Nasa-i).
12. Dari Mush'ab bin Sa'ad: ”Aku melihat ayahku Sa'ad bersikap seolah-olah pribadinya punya kelebihan dari pada lain orang, lalu bersabdalah Nabi Saw. : ”Tiada sadarkah kamu bahwa kemenangan dan rizki yang selama ini kau nikmati, adalah hasil payah orang-orang lemah (rakyat jelata).” (HR. Bukhari).
13. Dari Abu Darda-k, Rasul Saw. bersabda :
اَبْـغُوْنِى اَلـضُّعَفَـاءَ فَـاِنَّمَا تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ بِضُعَفَـاءِكُمْ .(رواه ابوداود باسار)
Artinya : ”Usahakanlah mereka yang lemah demi aku, karena kemenangan dan rizki yang selama ini kau peroleh, adalah hasil partisipasi jerih payah orang-orang lemah.” (HR. Abu Daud).
