Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Menjauhi bid'ah ....



MENJAUHI BID’AH DAN PEMBAHARUAN PERKARA AGAMA.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

فَذٰلِکُمْ اللّٰهُ رَبُّکُمُ اْلحَقُّ فَـمَـاذَابَعْدَاْ لحَقِّ اِلاَّ الضَّلٰلُ فَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ {٣٢}

Artinya : ”Demikianlah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran melainkan kesesatan. Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan. (dari kebenaran).” (QS. Yunus: 31).

yang dimaksud dengan kebenaran adalah petunjuk-petunjuk Allah dan yang dimaksud dengan kesesatan adalah aturan-aturan manusia yang menyalahi petunjuk-petunjuk wahyu Allah.

وَمَامِنْ دَآبَّـةٍ فِى والْاَرْضِ وَلَاطٰـِٕرِ يَطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْشَالُكُمْ مَافَرَّطْنَا فِى اْلكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثَمَّ اِلـٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ.

Artinya: ”Dan tiadalah yang melata di bumi (hewan) dan tiada (pula) yang terbang dengan kedua sayapnya (burung) melainkan umat-umat seperti kamu. Tidaklah kami meluputkan di dalam kitab sedikitpun. Kemudian mereka dikumpulkan kepada Tuhannya. (QS. Al An'am: 38).

Umat yang dimaksud dalam ayat ini adalah makhluk-makhluk Allah yang tunduk kepada_Nya. Hewan termasuk makhluk Allah yang mempunyai persamaan dengan manusia antara lain di dalam menata kehidupannya.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْ ۚ  فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَـوْمِ الْاٰخِرِ  ۗ  ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا .

Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 59)

وَ اَنَّ ه‍ٰـذَا صِرَاطِى مُسْـتَقٍيْمًـا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا الْسُبُلَ فَتَفَرَّقَ بِکُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ .

Artinya: ”Bahwasanya inilah jalanku yang lurus, oleh karena itu ikutilah jalanku itu dan jangan kamu turuti jalan-jalan yang lain, nanti kamu terpisah dari jalan_Nya.....” (Al-An'am: 153).

Adapun hadits-haditsnya banyak sekali, diantaranya:

1. Dari Aisyah, Rasul Saw. bersabda:

مَنْ اَحْدَثَ فِى اَمْرِنَا ه‍ٰذَا مَاليَسْرَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ (متفق عليه).

Artinya: ”Barang siapa memperbaharui urusan agama kami, tiada dasar dari padanya, maka tertolaklah urusan itu.” (HR. Bukhari Muslim).

Riwayat lain; ”Barang siapa berbuat suatu amalan yang tiada kaitannya dengan agama/urusan kami, maka ia tertolak.”

2. Dari Jabir; ”Rasul Saw. ketika menyampaikan khutbahnya, merahlah matanya, dan keras suaranya, terlihat berapi-api seperti akan berperang melawan musuh, sabdanya; ”Kedatanganku sebagai utusan di dunia ini, pada zaman akhir mendekati kiamat, seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah. Sabdanya pula;

اَمَّــابَعْدُ، فَاِنَّ خَيْرَ اْلحَدِيْثِ کِتَـابُ اللّٰهِ، وَخَيْرَ اْلهَادْىِ ه‍دْىُ مُحَمَّدٍ صَلَّ اللّٰهُ عَليْه وسَلَمْ وَشَرَّ اْلاُمُوْرِ مُحْدَثَا تُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ ثُمَّ يَقُوْلُ: اَنَـااَوْلٰى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِــهِ مَنْ تَرَكَ مَـالاً فَلِأَه‍ْلِهِ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًــا اَوْضَـيَــاءًـا فَإِلَىَّ وَعَلَىَ . (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya : ”Selanjutnya, sungguh sebaik-baik firman adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah Islam petunjuk Nabi Muhammad, sedangkan memperbaharui agama adalah seburuk-buruk perkara, dan setiap bid'ah sesat. Lalu sabdanya; ”Aku adalah ”pengurus” setiap mukmin, siapa meninggalkan harta keluarganya, siapa meninggalkan hutang atau keluarga lemah, maka serahkan kepadaku sebagai pengurus dan penanggungnya.” (HR. Muslim).

🙏