Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Bab merintis jalan ....

BAB MERINTIS JALAN KEBAIKAN DAN KEBURUKAN.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Merintis berarti memimpin atau memberi tauladan kepada orang-orang yang hidup sesudahnya, baik secara langsung dan nyata, atau pun sebaliknya dan tersembunyi. Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَرَبَّنَـا ه‍َبْ لَـنَـامِنْ اَزْوَاجِـنَـا وَذُرِّيَّتِنَـا قُرَّةَ اَعْيُنٍ واَجْعَلْنَـا لِلْمُـتَّقِيْنَ اِمَــامًــا.

Artinya: ”Dan orang-orang yang memanjatkan do'a, ”Ya Tuhan kami, berilah kami para istri/suami dan anak-anak yang melegakan hati kami, dan jadikanlah kami imam/ikutan bagi orang-orang yang takwa.” (Al Furqan: 74).

وَجَعَلْنَـاه‍ُمْ اَءِمََّةً يَهْـدَوْنَ بِـاَمْرِنَــا .

Artinya: ”Kami jadikan mereka itu pemimpin yang menunjuki dengan perintah Kami..... ” (Al Anbiya-k: 73).

1. Dari Jabir bin Abdullah; ”Pada suatu hari siang hari bolong sewaktu kami berada di sisi Rasul Saw., datanglah suatu kelompok manusia telanjang berkemul kain shuf tebal berlobang dari kepala dan mereka bersenjata pedang, umumnya dari suku Mudlar. Melihat mereka, berubahlah wajah Rasul Saw., dan sesudah masuk ke rumah, tidak lama keluar dan menyuruh Bilal adzan dan iqamat, sehabis shalat beliau berkhutbah: ”Isi khutbahnya diawali dengan ayat 1surat An Nisa-k dan ayat 18 surat Al Hasyr, seseorang bersedekah uang mas-peraknya, pakaian dan gandum atau kurmanya, ataupun sekalipun hanya separuh biji kurma. Lalu datanglah seorang pria Anshar membawa pundi-pundi besar yang sangat berat, yang hampir tiada terangkat olehnya. Dan hal itu diikuti oleh beberapa sahabat lainnya, hingga terlihatlah dua gunduk makanan dan pakaian, melihat yang demikian wajah beliau, Saw., berseri-seri, seraya bersabda;

مَنْ سَـنَّ فِى اْلاِسْلَامِ سُــنَّةً حَسَـنَةً فَلَهُ اَجْرُه‍َـا وَاَجْرُمَنْ عَمِـلَ بِهَـابَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْقُصَ مِنْ اُجُوْرِه‍ِمْ شَيْءٌ ، وَمَنْ سَــنَّ فِى اْلاِسْـلَامِ سُنَةً سَـيُّـــَٔةً كَانَ عَلَـيْهْ وِزْرُه‍َـا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَـامِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْقُصَ مِنْ اَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ. (رواه مسلم).

Artinya : ”Barang siapa merintis jalan kebaikan dalam Islam, berarti ia memperoleh pahala (sendiri) dan pahala orang-orang yang mengikuti jalan kebaikan tersebut dengan tiada mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan sebaliknya, barang siapa memulai berbuat jahat dalam Islam, berarti ia memikul dosa (sendiri) ditambah semua dosa orang-orang menirukan kejahatannya, dengan tiada mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim).

Inilah ayat-ayatnya :

يَاِاـيُّهَـاالنَّـاسُ اتَّقُوْارَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُـمَا رِجَالاًكَشٍيْرًا وَّنِسَـــآءً واتَّفُوْا اللّٰهَ الَّذِيْ نَسَــآءَ لُوْنَ بِـهِ وَاْلاَرْحَـــامَ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبـًا.

Artinya : ”Hai sekalian manusia, bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu daripada satu diri, dan daripadanya Allah menciptakan pasangannya, dan memperkembang biakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu saling meminta dengan (menyebut nama_Nya), dan (peliharalah hubungan) keluarga. Sesungguhnya Allah adalah sangat memperhatikan kamu.” (An-Nisa: 1)

يَااَيُّهَـاالَّذِيْنَ اٰمَنُوااتَّقُوا اللّٰهَ وَلْلتَنْظُرُ نَفْسٌ مَــاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِمَاتَعْـمَـلُوْنَ .

Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan bekal yang diusahakan untuk besok (hari kemudian), dan takutlah kepada Allah. Sungguh Allah Mengetahui segala perbuatanmu.” (Al Hasyr : 18).

Dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah Saw. bersabda :

لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلْمًا اِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ اٰدَمَ اْلاَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا، لِاَنَّـهُ كَانَ اَوَّلَ مَنْ سَــنَّ اْلقَتْلَ.

Artinya : ”Tiada seseorang yang dibunuh secara aniaya, kecuali putra Adam orang pertama yang tertumpah darah itu, karena dialah orang pertama merintis jalan penumpahan darah.” (HR. Bukhari - Muslim).

🙏