Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Bab menunjuki kebaikan ....



BAB MENUNJUKI KEBAIKAN DAN MENYERU BERBUAT BAIK ATAU BURUK.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Ayat-ayat Al Qur'an yang menggerakkan manusia supaya menyeru dan menunjuki sesamanya berbuat baik, diantaranya yaitu :

وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَ ( الحجّ: ٦٧).

Artinya : ”.... dan serulah kepada Tuhanmu.” (Al Hajj 67)

اُدْعُ اِلٰى سـَـبِيْلِ رَبِّكَ بِاْلحِكْمَةِ وَاْلمَوْعِظَتِ اْلحَسَــنَةِ .

Artinya : ”Serulah masyarakat dunia ke jalan (agama) Tuhanmu dengan kebijakan dan pengajaran yang baik.” (An-Nahl: 125).

وَتَعَـاوَنُوا عَلَى اْلبِرِّ وَالْتَّقْوٰى .

Artinya : ”Hendaklah kamu saling menolong berbuat kebaikan dan takwa.” (Al Maidah: 2)

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ اُمَّةٌ يَدْعُوْنَ اِلَى اْلخَيْرِ (ال عمران : ١٠٤)

Artinya : ”Hendaklah ada darimu masyarakat yang menyeru berbuat baik..... ” (Ali Imran: 104).

Dari Abu Uqbah bin Amr, Rasul Saw. bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلٰى خَيْرٍ فَلَهُ مٍشْلُ اَجْرِ فَاعِلِهِ. (رواه مسلم).

Artinya : ”Barang siapa menunjuki orang lain berbuat baik, maka baginya seperti pahala pelakunya.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda :

مَنْ دَعَا اِلٰى ه‍ُدًى كَانَ لَهُ مٍنَ اْلاَجْرِ مِشْلُ اُجُوْ مَنْ تَبِعَـهُ لاَيَنْقُصُ ذٰلِكَ مِنْ اُجُوْرِه‍ِمْ شَيْــًٔاوَمَنْ دَعَاِالٰضَلَا لَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلاِثْمِ مِشْلُ اَثــَامِ مَنْ تَبِـعَـهُ لاَيَنْقُصُ ذٰلِكَ مِنْ اَــثَامِهِمْ شَـيْـــًٔا (رَوَاهُ مُسْلِمٌ) .

Artinya : ”Barang siapa menyeru orang lain ke jalan benar (Islam), maka baginya pahala sejumlah orang yang memeluknya, dengan tiada mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan sebaliknya barang siapa menjerumuskan orang lain ke jalan sesat (selain Islam), maka berarti ia memikul dosa yang bertumpuk sebesar dosa-dosa para pengikutnya, dengan tiada mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

3. Dari Sahl bin Sa'ad; ”Rasul Saw. bersabda pada hari terjadinya perang Khaibar; Sungguh aku serahkan bendera ini kelak kepada seseorang yang memperoleh kemenangan, Ia mencintai Allah dan rasulnya, demikian pula Allah dan rasulnya menyintainya. Lalu para sahabat membahasnya semalam, kira-kira siapa yang diserahi Panji kemenangan itu? Setelah masuk pagi hari, mereka menghadap Rasul dengan harapan memperoleh kepercayaan, diserahi panji kemenangan tersebut. Kemudian beliau menyeru Ali bin Abi Thalib yang saat itu tengah sakit mata, ia menghadap dan oleh beliau Saw. diberi ludah pada matanya, serta iringan do'a, dan seketika itu sembuhlah mata Ali. Lalu diserahkan panji kemenangan itu kepadanya. Kata Ali; Ya Rasul, apakah mereka harus dibunuh/diperangi, hingga seperti kami (masuk Islam)? Jawabnya: ”Berlaku tenanglah sampai di kawasan mereka, lalu serulah mereka kepada Islam dan khabarkanlah kepada mereka hal-hal yang wajib mereka lakukan atas hak-hak Allah, Demi Allah, jika Allah menunjuki seseorang lewat seruan/dakwahmu, maka yang demikian itu lebih baik bagimu, melebihi hasil ghanimah besar dari hewan ternak terbaik.” (HR. Bukhari- Muslim)

4. Dari Anas: ”Bahwasanya seorang pemuda Islam berkata: ”Ya Rasul, sungguh minat berjihad fi sabilillah ada pada diriku, namun tiada bekal untuk itu. Jawab beliau Saw : ”Datanglah kamu kepada pak anu, persiapan bekal perang baginya ada, tetapi ia sakit.” alkisah, pemuda itu segera berangkat, dan setelah sampai ke rumah pak anu, ia berkata; ”Terimalah salam dari Rasul, dan serahkanlah bekal persiapan perangmu kepadaku. Lalu orang itu menyuruh istrinya, supaya memberikan bekal persiapan perang kepada pemuda itu, katanya; ”Hai istriku, serahkanlah semua bekal persiapan perang itu kepada pemuda ini, jangan kau tinggalkan sedikitpun. Demi Allah, tiada kau tinggal (jangan kau tahan) sedikitpun sesuatu yang akan memberkati hidup ini.” (HR. Muslim).

🙏