Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Istijhad ....



BAB BERLAKU SEDANG/IQTISHAD.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Berlaku sedang/iqtishad dalam beribadah kepada Allah Swt., sebagaimana mengambil jalan tengah dalam segala perkara/setiap urusan, baik yang menyangkut urusan duniawi ataupun ukhrawi adalah sangat terpuji, demi kelestarian dan menjaga agar tidak terputus di tengah jalan. Karena sudah dimaklumi bersama bahwa manusia bersifat jemu/sementara.

Allah berfirman:

طٰـهٰ مَـآاَنْزَلْنَـا عَلَيْكَ اْلقُرْ اٰنَ لِتَشْقٰٓى

Artinya : ”Thaahaa, bukanlah tujuan Kami menurunkan Al Qur'an kepadamu, agar merepotkan kamu, bukan.” (Thaha : 1-2)

يُرِيْدُاللّٰهُ بِکُمُ اْليُسْرَ وَلآيُرِيْدُ بِکُمُ اْلعُسْرَ (البقرةْ).

Artinya : ”Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tiada menghendaki kerepotan/kesulitan ....” (Al Baqarah: 185).

Dari Aisyah: ”Sewaktu Nabi Saw. masuk kerumah, ada tiga orang tamu wanita, lalu beliau bertanya: ”Siapakah mereka itu? Jawab Aisyah: ”Mereka itulah wanita yang dikenal ibadah shalatnya paling banyak.” Kemudian beliau bersabda: ”Hem, dengarkanlah nasehatku ini hai kaum ibu: ”Lakukanlah sekuat tenagamu saja, jangan terlalu merepotkan/memaksa diri, karena Allah tiada jemu menerima amal ibadahmu, sehingga kamu sendiri yang akan jemu. Dan perilaku agama yang sangat disenangi oleh Allah, yaitu yang dilaksanakan secara langgeng/kontinyu oleh pelakunya.” (HR. Bukhari- Muslim).

Dari Anas : Telah datang (bertamu) tiga orang ke rumah para istri Nabi Saw. Mereka menanyakan tentang bagaimana cara yang ditempuh oleh Nabi dalam beribadah. Dan sesudah memperoleh penjelasan, mereka sepertinya menganggap ringan, karena beliau itu seorang yang telah diampuni dosanya. Salah seorang dari mereka berkata: ”Aku harus shalat semalam suntuk seumur hidupku.” Orang keduapun berkata: ”Aku akan berpuasa sepanjang hidupku”. Dan yang ketiga berkata: ”Aku akan menjauhi wanita-wanita, selama hidupku tidak akan kawin.” Kemudian datang Rasul Saw. menemui mereka dan bertanya: ”Kalian masing-masing telah menyatakan demikian, demikian, demi Allah akulah orang yang paling takut dan bertakwa kepada Allah, melebihi kalian, namun demikian aku berpuasa ya berbuka, aku shalat ya tidur, juga menikah dengan kaum wanita, maka

Artinya : ”Barangsiapa acuh terhadap sunah perjalananku, berarti tidak termasuk golongan umatku.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari Ibnu Mas'ud, Nabi Saw. bersabda :

ه‍َلَكَ اْلمُتَنَطِّعُوْنَ، قَالَهَاثَلَاثَا (رَوَاهُ مُسلِمْ)

Artinya : ”Binasalah orang yang keterlaluan dalam beribadah, beliau ulang hingga 3x.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda: ”Sungguh peribadatan agama itu ringan, dan tiada seorang yang mempersulit pelaksanaan agama, kecuali ia tergilas olehnya. Maka berlaku sedanglah kamu, dan saling mendekatlah kamu, besarkanlah hatimu dan pergunakan waktu pagi dan sore serta sebentar waktu malam.” (HR. Bukhari).

Dari : Aisyah, Rasul Saw. bersabda :

اِذَا نَعَسَ اَحَدُکُمْ وَه‍ُوَ يُصَلِّى فَلْيَرْ قَدْ حَتَى يَذْ ه‍بَ عَنْهُ النَّوْمُ ، فَاِنَّ اَحَدَکُمْ اِذَا صَلَّى وَه‍ُوَ نَاَعِسٌ لاَيَدْرِىْ لَعَلَّهُ يَذْه‍َبُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفسَهُ . (مُتَفَقَ عَلَيْهِ)

Artinya : ”Ketika seseorang dari kamu shalat terasa kantuk, hendaklah tidurlah lebih dahulu, hingga lenyap rasa kantuknya. Sungguh ketika seseorang dari kamu shalat sambil mengantuk, maka tiada tertutup kemungkinan maunya membaca istighfar, lalu nyasar mencaci-maki dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

🙏

"Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi. kecuali (dengan mengatakan), Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini." (QS. Al-Kahf: 23 - 24)