Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Menguasai diri ....(1)



MENGUASAI DIRI/MUJAHADAH (1).




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Menguasai diri atau memenangkan diri dari nafsu yang menginginkan kesenangan sementara saja, kemudian menyesal sepanjang masa tiada terbatas. Itulah sebabnya diperlukan mujahadah, yakni bersungguh-sungguh dalam taat atau beribadah dengan menyingkirkan/menaklukkan musuh yang bersarang pada tubuh setiap insan yang dikenal dengan ”hawa nafsu.”

Banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an yang menyerukannya, diantaranya yaitu:

وَالَّزِيْنَ جَاه‍َدُوْا فِيْنَـا لَنَهْدِ يَنَّهُمْ سُبُلَنَـا وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ المُحْسِنِيْنَ (العنكبوت: ٦٩)

Artinya: ”Orang-orang yang berjuang dalam menunaikan hak Kami, pasti ditunjuki ke jalan Kami. Sungguh Allah bersama mereka yang berbuat baik.” ( Al Ankabut: 69)

وَاعْبُدُ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اْليَقِيْنُ (الحجر: ٩٩)

Artinya: ”Sembahlah Tuhanmu, hingga nyata (mati) merenggutmu.” (Al Hijr: 99)

وَاذْکُرِاسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًا

Artinya: ”Dan sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada_Nya dengan sungguh-sungguh.” (Al Muzammil: 8)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِشْقَـالَ ذَرَّةٍ خَيْرًايَرَهُ .

Artinya: ”Barang siapa beramal baik seberat dzarrah misalnya, pasti ia melihat balasannya.” (AZ Zilzal: 7).

وَمَـاتُقَدِّ مُوْا لِاَنْفُسِکُمْ مِنْخَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ه‍ُوَخَيْرًا وَاَظـَمَ اَجُرًا .(المزمل : ٢٠)

Artinya: ”Apa saja yang kau usahakan buat dirimu dari kebaikan, pasti kau peroleh kebaikan pula di sisi Allah berikut pahala yang besar ….” (Al Muzammil: 20).

وَمَاتَفْعَلُوا مِنْ خَيِرٍ فَـاِنَّ اللّٰهَ بِهِ عَلِيْمٌ (البقرة : ١٩٧)

Artinya: ”Apa saja kebaikan yang kau lakukan, pasti Allah mengetahuinya.” (Al Baqarah: 197).

Dan hadits-haditsnya, sbb:

Dari Abu Hurairah Rasulullah Saw. bersabda :

مَنْ عَادَى لِى وَلِـيّـًافَقَدْ اَذَنْتُـهُ بٍالْحَرْبِ وَمَـاتَقَرَّبَ اِلَىَّ عَـبْدِىْ بِشَيْءٍ اَحَبَّ اِلَىَّ مِمَـاافْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَـايَزَالُ عَـبْدىْ يَتَقَرَّبُ اِلَىَّ بِاالنَّوَا فِلِ حَتَّى اُحِبَّهُ فَـاِذَا اَحْببْتُهُ کُنْتُ سَمْعَـهُ الَّّذِىْ يَمسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذىْ يُبْصِرُ بِـهِ وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطِشُ بِـهَـا وَرِجْلَـهُ الَّتِى يَمْشِى بِـهـَـا ، وَلَــءِنْ سَــأَلَـنِى لَاُعْطِيَنَّـهُ وَلَـءِنِ اسْتَعَاذفِى لَاُعِيْذَنَهُ (رواه البخارى)

Artinya: ”Sungguh Allah telah menyatakan, barangsiapa menentang kekasih_Ku, maka Aku_lah yang memeranginya. Tiada seorang hamba memperdebat diri kepada_Ku dengan amal ibadah sunah yang sangat Ku_senangi, sesudah memenuhi kewajibannya, sehingga Aku mengasihinya. Dan ketika Aku sudah kasih kepadanya, maka Aku_lah sebagai pendengaran dan penglihatannya, serta sebagai tangan yang dipergunakan dan kaki yang dilakukan olehnya. Dan jika ia memohon perlindungan pasti dilindungi.” (HR. Bukhari)

Dari Anas Nabi Saw., bersabda:

قَالَ: اِذَاتَقَرَّبَ اْلعَبْدُ اِلَىَّ شِـــبْرًا تَقَرَّبُ اِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَاِذا تَقَرَّبَ اِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَاِذَا اَتَانِى يَمْشِى اَتَيْتُـهُ ه‍َرْوَلَةً. (رواه البخار)

Artinya: ”Allah 'Azza wa Jalla telah menyatakan: ”Ketika seseorang mendekatkan diri kepada_Ku sejengkal, maka sehasta ia dekat pada_Ku, dan ketika ia mendekatkan diri kepada_Ku sehasta, maka sedepa ia dekat pada-Ku, dan ketika datang pada_Ku berjalan, maka datang_Ku padanya lebih cepat.” (HR. Bukhari).

Dari Ibnu Abbas Rasulullah Saw. bersabda :

نِعْمَتَـانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا کَثِيْرٌ مِنَ الْنَّاسِ اَلْصِّــحَّــةُ وَالْفَرَاغُ .(رواه البخرى)

Artinya: ”Ada dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh umumnya masyarakat, yaitu kesehatan fisik dan waktu luang/kesempatan memperbanyak amal ibadah.” ((HR. Bukhari)

Dari Aisyah ra. :

اَنَّ الْنَّبِىَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ كَانَ يَقُوْمُ مِنَ اللَّيْلِ حَتَى تَتَفَطَّرَ قَدْ مَاهُ فَقُلْتُ لَـهُ : لِــمَ تَصْنَعُ ه‍ٰذَا يَارَسُوْلَ اللّٰهِ وَقَدْ غَفَرَاللّٰهُ لَكَ مَـا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَسَاتَأَخَّرَ؟ قَلَ : اَفَلَا اُحِبُّ اَنْ اَکُوْنَ عَبْدًا شَکُوْرًا. (متفق عليه)

Artinya: ”Sungguh Nabi Saw., bangun, shalat malam sampai kakinya membengkak. Sahutku : ”Kenapa engkau kerjakan yang demikian ya Rasulul, bukankah Allah telah mengampuni segala dosa yang dulu dan kemudian bagimu? Jawabnya: ”Sudah sepantasnya aku menjadi seorang manusia yang berbudi luhur beribadah di malam hari sebanyak-banyaknya sebagai bukti terimakasihku kepada Allah.” (HR. bukhari-Muslim).

Juga dari Aisyah, katanya:

كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلمْ اِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ اَحْيَـاالْلَّيْـلَ وَاَيْقَظَ اَ ه‍ْلَهُ وَجَدَّ وَشَـــدّـ الْمِــُٔزَرَ (متفق عليه).

Artinya: ”Rasul Saw. ketika memasuki hari kedua satu Ramadhan, adatnya beribadah sepanjang malam bersama keluarga yang beliau bangunkan, dan beliau lakukan hal itu penuh kesungguhan dan curahan tenaga.”

Dari Abu Hurairah Rasul Saw. bersabda :

اَلْمُؤْمِنُ الْقَىُّ خَيْرٌ وَحَبُّ اِلَى اللّٰهِ مِنَ اْلمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ، اَحْرِصْ عَلٰ مَـا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللّٰهِ وَلاَتَعْجِزْ ، وَاِنْ اَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ انِّى فَعَلْتُ كَانَ کَذَا وَكَاذَا ، وَلٰكِنْ قُلْ قَدَرُاللّٰهِ وَمَاشَاءَفَعَلَ، فَاِنَّ لَوْ تَفْتَعُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).

Artinya: ”Orang mukmin yang mampu berjuang dengan mencurahkan segala potensi/hak miliknya demi tegak-kokohnya agama, adalah lebih unggul dan lebih disenangi Allah, dibandingkan dengan mukmin yang lemah, dan setiap punya kebaikan. Bersemangatlah dalam berkarya (beramal) untuk kebahagiaanmu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, jangan lemah diri. Dan jika musibah menimpa dirimu, tidak perlu beranggapan/jangan kau katakan : ”Kalau aku berbuat demikian, pasti tidak sempat sampai terjadi begini, dan seterusnya. Tetapi alangkah terpujinya, menyatakan: ”Semua itu sudah ditentukan oleh Allah. Dia berbuat menurut kehendaknya.” Ketahuilah, ucapan ”kalau/seandainya dan lain-lain yang sejenis dengannya ”hanya memberi kesempatan syetan untuk beroperasi.” (HR. Muslim).

🙏

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)