PENINGKATAN AMAL.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Setiap orang dianjurkan untuk beramal baik, lalu amal baik tersebut setiap hari dan setiap tahun minimum, hendaklah ditingkatkan terutama oleh mereka yang sudah puas dengan makan garam (orang-orang tua yang mulai beruban). Hal ini diserukan oleh ayat Al Qur'an sbb:
اَوَلَمْ نُعَمِـّرُ كُمُ مَـايَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَـآءَكُمُ الـنَّزِيْرُ . (فَاطِر : ٣٧)
Artinya : "....Tidakkah Kami lanjutkan umurmu, sehingga dapat pengajaran, orang yang mau menerima pengajaran tersebut dan telah datang kepadamu pemberi peringatan (Rasul)." (Fathir: 37).
Lanjut umur, menurut Ibnu Abbas, adalah 60 tahun. Namun yang lain ada yang mengatakan 18 tahun dan ada pula 40 tahun.
Adapun hadits-haditsnya, ialah:
اَعْذَرَاللّٰهُ اِلَى امْرِىٍٔ اَجَلَهُ حَتَّى بَلَغَ سِتّـِيْنَ سَـنَةً. (رواه البخارى)
Artinya: "Allah telah memberi peluang emas bagi orang yang dilanjutkan umurnya hingga 60 tahun." (HR. Bukhari).
2. Dari Ibnu Abbas; Umar mengajak aku masuk dalam sidang para sesepuh peserta perang badar, lalu seseorang dari mereka berkata: "Kenapa kau ajak anak ini masuk dalam golongan kami, padahal kami pun punya anak seusia dengannya? Jawab Umar: Demikianlah menurut pengetahuanmu. Kemudian pada suatu hari aku diseru dan diajak lagi masuk bersama mereka, kata Umar; Apa yang kalian katakan tentang arti surat;"
اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُ .
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,"
(QS. An-Nasr: Ayat 1)
Setengahnya menjawab: ”Kami disuruh memuji Allah dan beristighfar kepada-Nya, ketika kami menang. Lalu Umar menoleh kepadaku, katanya; "Benarkah demikian pendapatmu, hai Ibnu Abbas? Jawabku: " Tidak, yang benar yaitu: ajal Rasul Saw. yang dikabarkan Allah kepada beliau, ketika telah datang pertolongan menang dari Allah, maka itulah suatu tanda ajalmu telah dekat, lalu bertasbihlah dengan tahmid dan istighfar kepada Allah, sungguh Dia sangat Pengampun, sahut Umar:"Aku tidak tahu pasti kecuali apa yang telah kamu uraikan tadi." (HR. Bukhari).
سُبْحَـانَـكَ رَبَـنَّـا وَبِحَمْدِكَ اللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىِ (متفق عليه).
Artinya: " Maha Suci Engkau ya Tuhan, dan segala puji bagi-Mu, ya Allah ampunilah aku."
(HR. Bukhari-Muslim).
سُبْحَـانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ وَاَتُوْبُ اِلَـيْـهِ .
Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji dan istighfar serta bertaubat kepada-Mu." kata Aisyah: Ya Rasulullah, apa maksud bacaan itu? Jawabnya: "Tuhanlah Yang telah memberi tahukan kepadaku, Bahwasanya aku akan melihat suatu tanda-tanda pada umatku, dan ketika itulah aku sering membacanya (yakni surat An-Nashr)." (Hr. Muslim).
اِذَاجَـآءَنَصْرُاللّٰهِ وَاْلفَتْحُ وَرَأَيْتَ الَّـنَّـاسَ يَدْخُلُوْنَ فِى دٍيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًا، فَسَبّـِحْ بِحَمْدِ رَبِـّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ، اِنَّـهُ كَانَـاتَـوَّابـَا. (النصر : ١-٣).
Artinya: "Ketika pertolongan Allah dan kemenangan tiba, kau saksikan masyarakat umum berbondong-bondong memeluk agama Allah. Maka hendaklah kamu bertasbih dan memuji Tuhanmu serta istighfar kepada-Nya. Sungguh Dialah penerima taubat (hamba-Nya)." (An-Nashr).
Dari Anas Rasulullah bersabda:
اِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ تَـابَـعَ اْلوَحْيَ عَلٰ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُبَيْلَ وَفَـاتِهِ حَتَى تُوُفِىَ اَكْتَرَ مَـاكَانَ اْلوَحْىُ (متفو عليه).
Artinya: "Bahwasanya Allah 'Azza Wa Jalla melangsungkan penurunan wahyu kepada Rasul Saw., lebih gencar sewaktu menjelang kemangkatan beliau Saw." (HR. Bukhari-Muslim).
Dari Jabir, Nabi Saw. bersabda:
يُـبْعَثُ كُلُٔ عَبْدٍ عَلٰ مَـامَـاتَ عَلَيْهِ .
Artinya: Setiap insan dibangkitkan dari kuburnya, sesuai dengan adat kebiasaannya (sejak ia hidup hingga) menjelang matinya. "
Dengan ini, manusia hendaklah pandai mendidik diri, keluarga dan kawan-kawan terdekatnya, untuk menciptakan suatu masyarakat yang beradat baik, berbudi luhur dan berkepribadian muslim, sehingga kelak di kemudian hari suasana atau adat kebiasaan yang baik sesuai dengan tuntunan ajaran Islam itu akan terwujud kembali sebagaimana ketika hidup di dunia.
Demikianlah Islam menuntut kepada setiap pemeluknya untuk menciptakan kehidupan yang penuh perdamaian, kemajuan terarah dan kebahagiaan nyata mulai di dunia saat sekarang ini, hingga di akhirat nanti. Cobalah dahulu, dengan penuh keyakinan pada diri sendiri dan keyakinan terhadap ajaran yang dipeluknya (yakni agama Islam).
"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21)
