Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
MAWAS DIRI / MURAQABAH .




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Beberapa ayat di bawah ini adalah sebagai dasar seruan dan pentingnya muraqabah/mawas diri, Firman Allah :

اَلَّزِىْ يَرَاكَ حِيْنَ تَقُوْمُ وَتَقُلُّبَكَ فِى السَّاجِدِيْنَ ( الشعراء : ١١٨- ٢١٩).

Artinya : ”Yang melihatmu sewaktu kamu berdiri (shalat) dan sewaktu kamu bolak balik, dalam orang-orang yang sujud (shalat).”

وَه‍ُوَ مَعَکُمْ اَيْنَمَا کُنْتُم

Artinya : ”Dia senantiasa bersamamu di mana saja kamu berada.”

اِنَّ اللّٰهَ لاَيَخْفٰى عَليْهِ شَيْءٌ فِى الْٔاَرْضِ وَلآ فِى الْسَّمَـآءِ (ال عمران : ٥).

Artinya: ”Sungguh tiada sedikitpun yang tersembunyi dari Allah, baik yang di bumi ataupun di langit”. (Ali Imran : 5).

يَــعْــلَمُ خَآءِنَةَ اْلاَعْيُنِ وَمَـاتُخْفِى الْصُّدُوْرُ ( المؤمن : ١٩).

Artinya : ”Dia (Allah) mengetahui mata yang khianat dan apa-apa yang disembunyikan dada”. (Al Mukmin).

اِنَّ رَبَّكَ لَـبِـالْمَرْصَادِ ( الفجر : ١٤)

Artinya : ”Sungguh Tuhanmu senantiasa mengawasi perbuatannya”. (Al Fajr : 14).

Dari hadits-haditsnya sebagai berikut :

Dari Umar bin Khatab: Sewaktu kami duduk-duduk bersama Rasul Saw. pada suatu hari, lalu datanglah seorang pria sangat putih pakaiannya, hitam rambutnya dan tiada bekas-bekas bepergian jauh serta tiada seorangpun dari kami yang mengenalnya: ia duduk mendekati Nabi Saw. kedua lututnya disandarkan pada kedua lutut Nabi, dan kedua tapak tangannya diletakkan di atas kedua pahanya, kemudian bertanya: ”Jelaskan agama Islam kepadaku Hai Muhammad ! Rasul Saw. menjawab; ”Islam yaitu, hendaklah kamu menyatakan bahwa tiada Tuhan yang lain kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah Rasul-Nya, lalu tegakkanlah shalat, bayarkanlah zakat, puasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah ibadah haji ke Baitullah kalau mampu di jalannya. Katanya : Betul engkau Muhammad. Dengan demikian kami ta'jub melihatnya, dia bertanya dan sesudah dijawab dia pula yang membenarkan.

Selanjutnya pria itu bertanya lagi; ”Jelaskanlah Iman kepadaku! Rasul menjawab; Iman yaitu ; ”Hendaklah kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,para Rasul-Nya, hari akhir dan takdir baik atau buruk keduanya dari Allah Swt. Katanya; ”Betul engkau Muhammad”.

Kemudian pria itu bertanya lagi ; ”Jelaskanlah ”Ihsan” kepadaku! Rasul menjawab; ”Ihsan yaitu hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika tidak mampu kau melihatnya, maka ketahuilah bahwa Dia melihatmu. Dan katanya pula : ”Kapan terjadinya hari Kiamat itu? Rasul menjawab ; ”Orang yang ditanya tentang hal itu, tidak melebihi pengetahuan orang yang bertanya. Jika demikian : Jelaskanlah tanda-tandanya saja! Rasul menjawab : ”Tanda-tanda hari kiamat yaitu: ”Jika seorang hamba sudah melahirkan majikannya, dan para fakir miskin yang tidak bersandal, tidak baik pakaiannya dan pekerjaannya buruh menggembala, mereka bersaing membangun rumah-rumah mewah. Akhirnya pria itu pergi, dan kami diam sebentar. Lalu beliau Saw. bertanya: ”Hai Umar, siapakah orang itu? Jawabnya: ”Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Sahut beliau Saw. : ”Itulah Jibril datang ke tengah-tengah kamu mengajarkan tentang agamamu”. (HR. Muslim)

Dari Abu Dzar dan Mu'adz bin Jabal, Rasul Saw. bersabda :

اٍتَّقِ اللّٰهَ حَيْشُمَا کُنْتَ، ووَحَابِع السَــيِّــَٔةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَحَالِقِ النَّـاسَ بِخُلُقٍ حَسَــنٍ. (روالترمذى).

Artinya : ”Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dimanapun kau berada, dan lenyapkanlah kejahatanmu dengan perbuatan baikmu, dan ketahuilah bahwa, manusia punya pembawaan akhlak mulia, untuk itu hiduplah bersama mereka dengan sopan ”. (HR. Turmudzi).

Dari Ibnu Abbas : ”Di suatu hari sewaktu aku di belakang Nabi Saw., beliau bersabda: ”Hai anak kecil, dengarkanlah beberapa materi pelajaran untukmu, yaitu:

1. Jagalah baik-baik segala kewajiban dari Allah, pasti Dia memeliharamu, dan jagalah dirimu dari larangan Allah, pasti kamu mendapatkan-Nya selalu di hadapanmu.

2. Ketika kau punya hajat/kebutuhan, Mintalah kepada-Nya, dan ketika kamu membutuhkan pertolongan Mohonlah pertolongan kepada-Nya.

3. Ketahuilah, seandainya masyarakat dunia setuju membahagiakan/ memberi keuntungan kepadamu, maka sedikitpun tidak akan berarti, kecuali yang sudah ada kepastian Allah terdahulu. Dan ketahuilah pula, seandainya mereka setuju membinasakan kamu, maka sedikitpun tidak berarti kecuali yang sudah ada kepastian Allah terdahulu. Lenyaplah pena dan mengeringlah kertas ”. (HR. Turmudzi).

Disebutkan dalam riwayat lainnya : ”Jagalah baik-baik segala kewajiban dari Allah, maka akan kau dapatkan Dia di hadapanmu, kenalilah Allah sewaktu gembira, pasti Dia mengingatmu sewaktu kau menghadapi kesulitan. Dan ketahuilah bahwa sesuatu yang terhindar darimu tidaklah mengenaimu, dan yang sudah menjadi bagianmu tidaklah terhindar darimu. Ketahuilah pula bahwa pertolongan/keuntungan itu bersamaan dengan sabar, dan kegembiraan akan diperoleh setelah mengalami kesulitan, Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya.”

Dari Syaddad bin Aus Nabi Saw. bersabda :

اَلْکَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَــا بَعْـدَ اْلمَوْتِ. وَاْلـعَـاجِرُ مَنْ اَتْــبَــعَ نَفْسَــهُ ه‍َوَاه‍َـا. وَتَمَنَّى عَلَى اللّٰهِ . ( رَاهُ الترمُذي)

Artinya : ”Manusia yang berakal penuh, yaitu yang pandai mengintrospeksi terhadap kekurangan dirinya, dan memperbanyak amal, bekal mati, sedangkan orang yang selalu memuaskan nafsunya dan menghayal kepada Allah, berarti manusia yang rendah martabatnya.” (HR. Turmudzi).

Dari Abu Hurairah Rasul Saw. bersabda :

مَنْ حُسْنِ اِسْلَامِ اْلمَرْءِ تَرْکُهُ مَــالاَ يَـعْنِيْهِ . ( رواه الترمذىْ)

Artinya : ”Setengah kebaikan Islam seseorang, yaitu: bersikap acuh terhadap hal-hal yang tidak menguntungkan.” (HR. Turmudzi).

Dimaksud menguntungkan, baik kepada diri pribadi, keluarga ataupun masyarakat pada umumnya, dan menguntungkan yang bersifat kekal sesuai dengan petunjuk Islam.

🙏