Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
BAB TUNDUK-TAAT PERATURAN ALLAH.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Maka dalam hal ini, perhatikan Firman Allah surat An-Nisa ayat 69 dan surat An-Nur ayat 51 :

وَمَنْ يَّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰٓــِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيِّنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّلِحيْنَ وَحَسُنَ اُولٰٓــِٕكَ رَفِيْقًـا.

”Dan Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka bersama-sama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah atas mereka dari para Nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh; dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (Shiddiqin adalah orang-orang yang teguh pendiriannya, syuhada' adalah orang-orang yang mati syahid, Shalihin adalah orang-orang yang taat dan banyak berbuat amal kebajikan).

اٍنَّمَا كَانَقَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اٍذَادُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَقُوْلُوْا سَمٍعْنَا وَاَطَعْنَا وَاُوْلٰـءِـكَ ه‍ُمُ اْلمُفْـلِحُوْنَ.(النّر : ٥١)

Artinya : Bahwasanya sambutan ucapan orang-orang mukmin, sewaktu diseru untuk kembali kepada Allah dan Rasul-nya, supaya dihukum antara mereka, seharusnya mereka berkata; "Kami dengar dan kami turut, mereka itulah yang beruntung (sukses)." (An-Nur: 51).

Dari Abu Hurairah; "Sewaktu ayat 284 s. Al Baqarah turun, para sahabat merasa berat, sehingga mereka menghadap Rasulullah dengan jongkok, seraya berkata; "Ya Rasul, kami bisa menerima kewajiban yang sekiranya dapat dilakukan, yaitu shalat, jihad, puasa dan sedekah. Dan dengan turunnya ayat ini, kami terus terang saja tiada kesanggupan mengerjakannya. Sabdanya; "Kalian bermaksud menyatakan sebagaimana pernyataan ahli kitab terdahulu yakni; "Kami dengar tetapi melanggarnya?" Tidak, kalian harus menyatakan;

سَـمِعْـنَـا وَاَطَـعْنَـا، غُفْرَانَكَ نَكَ رَبَّنَـا وَاِلَيْكَ اْلمَصِليْرُ . (البقرة: ٢٨٥)

Sami'naa Wa Atha'naa, Ghufraanaka Rabbanaa Wa Ilaikal Mashiir.

Artinya: ”Kami dengar dan taat/ikut, kami mohon ampunan-Mu ya Tuhan kami, dan kepada-Mu lah tempat kembali.” (Al Baqarah 285).

Lalu para sahabat membacanya, terasa, ringan mengucapkan dalam lidahnya, kemudian Allah menurunkan ayat berikutnya. (QS. Al Baqarah: 286).

Kemudian sewaktu telah berlaku yang demikian itu, Allah menasekhnya dengan ayat s. Al Baqarah: 286. Dan pada setiap akhir kalimat yang mengandung doa, dijawab,"Ya" (HR. Muslim).

Inilah ayat-ayatnya yang dikenal/populer dengan sebutan "Akhir surat Al Baqarah" :

لِلّٰهِ مَافِى السَّمٰوَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ وَاِنْ تُبْدُوا مَافِٓى اَنْفُسِكُمْ اَوْتُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَآءُ وَيُعَزِبُ مَنْ يَشَآءُ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . (البقرة: ٢٨٤).

Artinya : "Bagi Allah apa-apa yang di langit dan di bumi. Jika kamu lahirkan atau kamu sembunyikan apa-apa yang dalam hatimu, pasti diperhitungkan Allah juga. Maka Dia ampuni siapa yang Dia kehendaki, dan Dia siksa siapa yang Dia kehendaki. Allah Kuasa atas segala sesuatu. (Al Baqarah: 284).

اٰمَن الرَّسُوْلُ بِمَـآاُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبّـِهِ وَاْلمُؤْمِنُوْنَ كُلٌ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلَاـِٕكَتِهِ وَكُتَبِهِ وَرِسُلِهِ لآنُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْ اسَمِعْنَـاوَاَطَعْنَـا غُفْرَانَكَ رَبَّنَـا وَاِلَيْكَ اْلمَصِيْرُ . (البقرة:٢٨٥)

Artinya: " Rasul telah beriman kepada apa yang di turunkan Tuhannya, begitu pula orang-orang mukmin, semua beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,dan para Rasul-Nya, mereka menyatakan: "Tidaklah kami membeda-bedakan seorangpun diantara Rasul-rasul itu. Mereka berkata: " Kami dengar dan ikut, kami mohon ampunan-Mu Ya Tuhan kami dan kepada Mu-lah tempat kembali." (Al Baqarah 285).

لاَيُكَلّـِفُ اللّٰهُ نَفْسًـااِلاَّوُسْعَهَـا لَهَـامَـا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَـا مَـااكْتَسَبَتْ رَبَّنَـا لآتُؤَاخِزْنَـآ اِنْ نَسِيْنَـا اَوْاَخْطَـانَـارَبَّنَـا وَلاَتَحْمِـلْ عَلَيْنَـا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَـا رَبَّنَـاوَلاَتُحَمِلنَـا مَـا لآطَـاقَةَ لَـنَـابِهِ وَاعْفُ عَنَّـاوَاغْفِرْ لَـنـا وَارْحَمْـنَـا اَنْتَ مَوْلاَنَـا فَـانْصُـرْنَـا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ. (البقرة: ٢٨٦)

Artinya: "Allah tiada memberati manusia, melainkan sekedar kemampuannya. Baginya pahala kebaikan yang ‌diusahakannya dan diatasnya (dosa) kejahatan yang dia perbuat; " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menyiksa kami jika lupa atau salah, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan pekerjaan yang berat di atas pundak kami, seperti Engkau pikulkan di atas pundak-pundak orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan ke atas pundak kami apa-apa yang tiada kesanggupan kami. Maafkanlah kami dan ampunilah dosa kami serta kasihanilah kami. Engkau Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi masyarakat kafir." (QS. Al Baqarah: 286).

🙏