Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
BAB ILMU.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



وَمِـنَ الـنَّـاسِ وَالدَّوَآبِّ وَاْلاَنْـعَـامِ مُخْتِلِفٌ اَلْوُانُهُ کَذٰلِكَ اِنَّمَـا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِـبَـادِهِ اْلعُـلَـمٰٓـؤُا اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ .{٢٨}

Artinya : ”Dan demikian (juga) di antara manusia, binatang melata dan binatang ternak, beraneka warnanya. Hanya sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Fathir: 28).

1. Dari Mu'awiyah, Rasulullah bersabda:

مَـنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ (متفق عليه)

Artinya : ”Barang siapa dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik, maka Allah menggerakkan ia belajar ilmu pengetahuan agama sampai benar-benar pandai (menjadi seorang cendikiawan).” (HR. Bukhari-muslim)

2. Dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah bersabda :

لاَحَسَدَ اِلاَّ فِى اشْنَتَيْنِ رَجُلٌ اَتَاهُ اللّٰهُ مَا لاًفَسَلَّطَهُ عَلٰ هَ‍لَکَتِهِ فِى الحَقِ ،وَجُلٌ آتَاهُ اللّٰهُ اْلحِکْمَةَ فَهَوَ يَقَضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا.

Artinya : ”Seorang muslim tiada diperkenankan iri hati/hasud, kecuali pada dua perkara, yaitu pertama seorang pria yang diberi harta oleh Allah lalu memanfaatkanlah untuk kepentingan yang benar, Kedua seorang pria yang diberi ilmu pengetahuan (hikmah kebijakan) oleh Allah lalu mempraktekkannya dalam alam kenyataan (hidup sehari-hari) dan menyebar luaskannya (mengajarkannya) kepada masyarakat. ” (HR. Bukhari Muslim)

3. Dari Abu Musa, Nabi Saw. bersabda : ”Petunjuk dan ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepadaku diumpamakan seperti hujan yang turun membasahi bumi, lalu sebagian bumi ada yang menjadi subur karenanya dan menumbuhkan aneka tanaman dan pohonan serta rumput-rumput yang banyak sekali. Dan pula bumi Padas keras yang sanggup mengekang air hujan tersebut sehingga bermanfaat untuk kepentingan manusia, (menyimpan air untuk diminum dan untuk membasahi tanaman di kebun/sawah/ladang). Dan ada pula bumi keras tandus yang tiada sanggup menahan air dan tiada sanggup menahan air dan tiada pula menumbuhkan tanam-tanaman. Demikianlah perumpamaan orang yang diberi kepandaian tentang agama Allah, lalu memanfaatkannya sesuai dengan tugas yang dibebankan Allah kepadaku, ia suka menimba ilmu dan mengajarkannya dan perumpamaan orang yang tidak suka menerima petunjuk Allah yang telah diturunkan lewat risalah kenabianku.” (HR. Bukhari Muslim).

4. Dari Sahl bin Sa'id, Bahwasanya Nabi Saw menasehati Ali : ”Demi Allah, seandainya Allah menunjuki seseorang dari hasil dakwah/pengajaranmu, maka hal itu lebih baik bagimu daripada engkau diberi hewan ternak bibit unggul-unggul.” (HR. Bukhari Muslim).

5. Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Nabi Saw. bersabda:

بَلِّغُوْا عَنِّ وَلوْآيَةً ،وَحَدِّثُوْاعَنْ بَنِى اِسْرَا ءِيْلَ وَ لاَحَرَجَ وَمَنْ کَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فََلْيَتَبَوْأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارَ.

Artinya : ”Sampaikanlah ilmu pengetahuan dariku sekalipun hanya satu ilmu/ayat, dan ungkapkanlah kejadian yang menimpa bangsa Israil dengan tiada terbatas. Maka barang siapa sengaja mendustakan atas namaku, tentukanlah tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari)

6. Dari Abu Hurairah, Bahwasanya Rasul Saw. bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللّٰهُ طَرِيْقًا اِلَى اْلجَـنَّةِ .

Artinya : ”Barang siapa menempuh suatu jalan demi menimba ilmu pengetahuan agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

7. Dari Abu Hurairah lagi, Rasulullah Saw. bersabda :

مَنْ دَعَااِلٰى ه‍ُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْاَجْرِمِثْلُ اُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَيَنْقُصُ ذٰلِكَ مِنْ اُجُوْرِ ه‍ِمْ شَيِءً .

Artinya : ”Barang siapa membimbing/mengajak orang ke arah jalan petunjuk, maka baginya pahala sejumlah pahala orang yang mengikutinya, dengan tiada mengurangi sedikitpun dari pahala mereka.” (HR. Muslim).

8. Dari Abu Hurairah lagi, Rasulullah Saw. bersabda :

اِذَامَاتَ اَيْنُ آدَمَ، اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِ ِلاَّمِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِيْهِ،اَوْوَلَدٍصَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ.

Artinya : ”Ketika anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terhentilah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu: 1. Amal jariyah yang pahalanya tetap mengalir kepadanya, 2. Ilmu pengetahuan agama yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakatnya, 3. Anak pria/wanita yang baik perbuatannya, senantiasa berdoa demi keselamatan dan kebahagiaan kedua orang tuanya. ” (Hr. Muslim).

9. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda:

اَلْدُّنْيَـا مَلْعُوْنَةٌ مَـافِيْهَـا اِلاَّ ذِکْرَاللّٰهِ تَعَـالٰى وَمَا وَلاَهُ، وَعَلَيْهَـا. وَمَتَعَلِّمًا .

Artinya : ”Dunia dan isi sepenuhnya dilaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah, taat melaksanakan kewajiban kepada-Nya dan yang serupa dengan itu, serta para ulama dan santri yang belajar. ” (Hr. Turmudzi).

10. Dari Anas, Rasul Saw. bersabda:

. مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ اْلعِلْمِ فَهَوَ فِى سَبِـيْـلِ اللّٰهِ حَتَّى يََرْجِعَ .

11. Artinya : Barangsiapa berangkat dari ke kediamannya demi menimba ilmu pengetahuan agama, berarti ia berada di jalan Allah hingga pulang.” (Hr. Turmudzi).

11. Dari Abu Sa'id Hudri, Rasul Saw. bersabda: ”Seorang mukmin tidak pernah kenyang (puas) melakukan kebaikan, hingga sampai pada ujungnya surga.” (Hr. Turmudzi)

12. Dari Abu Umamah, Rasul Saw. bersabda: ”Keutamaan orang alim dibandingkan dengan orang ahli ibadah yang tiada, seperti keutamaanku melebihi orang yang paling rendah diantaramu. Sabdanya pula: ”Bahwasanya Allah dan para malaikat-Nya serta para penghuni langit-bumi sampai semut di dalam lubangnya, dan seluruh ikan memohonkan ampun bagi para ustadz yang menunjuki kebaikan pada masyarakat.” (Hr. Turmudzi)

13. Dari Abu Darda-k, kudengar Rasul Saw. bersabda: “Barangsiapa menempuh suatu jalan demi menimba ilmu pengetahuan agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga. Dan para malaikat senantiasa mengayomi para santri yang menimba ilmu dengan sayap mereka, dan para penghuni langit dan bumi semuanya memohonkan ampun bagi seorang alim, hingga ikan-ikan yang berada di dalam air pun juga mendo'akannya. Sedang keutamaan seorang alim melebihi orang yang ahli ibadah yang tiada alim, seperti bulan melebihi bintang-bintang lainnya. Sungguh, para Ulama itu adalah pewaris para Nabi, dan pusaka mereka bukanlah dinar dan dirham, tetapi berupa ilmu pengetahuan agama, maka barang siapa menimbanya berarti ia memperoleh bagian terbesar.” (Hr. Abu Daud-Turmudzi).

14. Dari Ibnu Mas'ud, Rasul Saw. bersabda: ”Allah memberi sinar cahaya kepada seseorang yang mendengarkan ajaranku, lalu ia menyampaikannya kepada lain orang seperti yang ia dengar, terkadang yang disampaikan itu lebih mengerti daripada yang mendengarkan.” (Hr. Turmudzi).

15. Dari Anas, Rasul Saw. bersabda:

مَـنْ سُـــِٔلَ عَنْ عِلْمٍ فَکَتَمَهُ اُلْجِمَ يَوْمَ اْلقِيَمَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ . (رواه ابوداود)

Artinya : Barang Siapa ditanya tentang sesuatu ilmu pengetahuan agama, lalu ia merahasiakannya, maka kelak di hari kiamat mulutnya dicincang dengan kendali api neraka.” (Hr. Abu Daud-Turmudzi)

16. Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًـا مِـمَّآ يُبْتَغٰى بِهِ وَجْهُ اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ لآيَتَعَلَّمُهُ اِلاَّ لِيُضِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَالَمْ يَجِدْ عَرْفَ اْلجَنَّةِ يَوْمَ اَلقِيَامَـةِ يَعْنِى رِيْجَـهَا (.رواه ابوداود)

Artinya: ”Barangsiapa menimba suatu ilmu agama yang selayaknya karena Allah, namun hal itu ia lakukan dengan tujuan meraih keuntungan harta dunia, maka di hari kiamat ia tiada memperoleh bau harumnya surga.”

17. Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasul Saw. bersabda: ”Sungguh, Allah tiada mudah (tidak lekas-lekas) mencabut ilmu pengetahuan dari orang-orang, namun Dia mencabutnya lewat mematikan para Ulama mereka, hingga sewaktu tiada lagi orang alim, maka masyarakat bakal mengangkat tokoh-tokoh yang dungu sebagai pimpinan mereka, dan ketika di tanya tentang sesuatu, maka dijawab dengan fatwanya yang tiada landasan ilmu, maka sesatlah mereka dan menyesatkan.” (Hr. Bukhari Muslim).

🙏