BAB SABAR.
”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Ayat-ayat Al Qur'an yang menyerukan sabar, diantaranya, yaitu Firman Allah sebagai berikut :
يَٓـا اَيُّهَـاالَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصُبِرُوْا وَصَــابِرُوْا .
(ال عمران: ٢٠٠).
Artinya: Hai orang-orang mukmin, sabarlah kamu dan sabar pula dalam menghadapi musuhmu. "
وَلَسَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ اْلخَوْفِ وَاْلجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلاَمْوَالِ وَاْلاَنْفُسِ والشَّمَرَآتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ .(البقرة :١٥٥).
Artinya : ”Sungguh, akan kami uji kamu dengan suatu cobaan, yaitu ketakutan, kelaparan dan kesulitan menghimpun harta, kematian jiwa anggota keluarganya, dan kekurangan buah-buahan. Dan besarkanlah hati orang-orang yang sabar. (Al Baqarah: 155).
اََلَّذِيْنَ اِذَآصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَـالُوْا اِنَّآ لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رَجِعَوْنَ (البقرة : ١٥٦).
Artinya : ”Yaitu orang-orang yang ketika ditimpa malapetaka, berkata : ”Sungguh kami ini kepunyaan Allah, dan akan kembali kepada_Nya.” (QS. Al Baqarah: 156).
اِنَّمَا يُوَفِّى الصَّابِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (الزمر : ١٠).
Artinya : ”Orang-orang yang sabar, pasti diberi pahala sesempurnanya tiada terhitung.” (QS. Az Zumar: 10).
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ اِنَّ ذَالِكَ لِمَنْ عَزْمِ اْلاُمُوْرِ (الشورى: ٤٣).
Artinya: ”Barangsiapa sabar dari penganiayaan seseorang dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk sikap/perbuatan yang terpuji.” (QS. Asy Syura: 43).
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ . (البقرة: ١٥٣).
Artinya: ”Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat, sungguh Allah bersama orang-orang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153).
وَلَنَبْلُوَنَّکُمْ حَتَّى نَعْلَمَ اْلمُجَاهِدِيْنَ مِنْکُمْ وَالصَّابِرِيْنَ. (محّمد : ٣١).
Artinya : ”Sungguh akan Kami uji kamu sehingga Kami ketahui orang-orang yang berjuang diantaramu dan orang-orang yang sabar.” (Muhammad: 31).
Disamping itu, masih banyak lagi ayat-ayat Al Qur'an yang menyerukan sabar dan menerangkan keutamaannya. Adapun hadits-hadistnya, diantaranya yaitu:
Dari Abu Malik Al-Harits bin 'Ashim Al-Asy'ari, Rasul Saw bersabda :
اَلطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلاِيْمَانِ، وَاْلحَمْدُلِلّٰهِ تَمْلَأُ اْلمِيْزَانَ، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ وَاْلحَمْدُ للّٰهِ تَمْلَأٰنِ اَوْتَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُوْرٌ ، وَاْلصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ ،وَاْلقُرْاٰنُ حُجَّةٌ لَكَ اَوْعَلَيْكَ ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُوْاقَبَا ءِـعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقَهَا اَوْمُوْبِقُهَا (رواه مسلم).
Artinya : ”Kebersihan adalah bagian dari iman dan ucapan Alhamdulillah memenuhi timbangan amal baik, sedang ucapan Subhanallah dan Alhamdulillah keduanya memenuhi kebaikan diantara langit-bumi, shalat merupakan pelita, sedekah merupakan bukti keimanan seseorang, sabar merupakan obor penerang, dan Al Qur'an merupakan bukti yang membela kebenaranmu, semua manusia di pagi hari menjual dirinya, ada yang membebaskan dan ada yang menjerumuskannya.” (HR. Muslim).
Dari Abu Yahya bin Sinan Ar-Rumi, Rasul Saw bersabda :
عَجَبًالِاَمْرِ اْلمُؤْمِنِ اِنَّ اَمْرَهُ کُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلْيَسَ ذٰلِكَ لِاَحَدٍ اِلْاَّ لِلْمُؤْمِنِ اِنْ اَصَابَتْهُ سَرَّا ءُشَکَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَاِنْ اَصَابَتْهُ ضَرَّا ءُصَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ . (رواه مسلم).
Artinya : ”Hebat sekali kepribadian orang mukmin itu karena setiap kejadian yang menimpa dirinya di anggap baik, hal ini tidak mungkin ada pada pribadi selain mukmin, kalau ia memperoleh kenikmatan bersyukur, yang dengan syukurnya memperoleh sesuatu yang lebih baik, dan kalau ia menderita kesusahan bersabar, yang dengan sabarnya itu menjadi penghibur/lebih baik baginya.” (HR. Muslim).
Dari Anas Rasulullah Saw. bersabda:
اِذَا اَرَادَ اللّٰهُ بِعَبْدِهِ اْلخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ اْلعُقُوْبَةُ فِى الدُّنْيَـا. وَاِذَا ارَادَ اللّٰهُ بِعَبْدِهِ آلشَّرَّ اَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِى بِهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
Artinya: ”Ketika Allah akan membahagiakan seorang hamba_Nya, maka Dia penuhi penderitaan hidup hamba itu di dunia, dan sebaliknya ketika Allah akan membinasakan seorang hambanya, maka Dia kekang penderitaan hidup hamba itu di dunia, sampai Dia penuhi siksa kelak di hari kiamat.”
Dari Nabi Saw. bersabda :
اِنَّ عِظَمَ اْلْجَزَاءِ مَعَ عِظَامِ اْلبَلَاءِ، وَاِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى اِذَا اَحَبَّ قَوْمًا اِبْلَاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَاوَمَنْ سَحِطَ فَلَهُ السُّخْطُ . (رواه الترمذى)
Artinya : ”Bahwasanya agungnya pahala itu disesuaikan dengan hebatnya cobaan/malapetaka yang ditimpakan kepada seseorang, dan sungguh Allah sangat menyintai suatu masyarakat yang tengah diberi percobaan/malapetaka, maka barang siapa menerimanya dengan senang hati, berarti mendapat ridha Allah, dan barang siapa marah, berarti menerima kemarahan Allah.” (HR. Turmudzi).
”Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan melihat-Nya, apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu”. (HR. Bukhari-Muslim).
