Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
BAB MEMBENTENGI AMAL.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Membentengi amal dari penyakit malas yang diumpamakan musuh dalam selimut, harus diperangi dan dibentengi dengan kegigihan dan kegiatan penuh keyakinan atas pahala dari Allah.

Firman Allah:

اَلَمْ يَـاْـٔنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْ بُهُمْ لِذِكْرِاللّٰهِ وَمَـانَزَلَ مِنَ اْلحَقِّ وَلاَ يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوْاْلكِتَـابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلاَمَدُفَقَسَتْ قُلُوْ بٌهُمْ .(اَلْحَدِيْدُ : ١٦).

Artinya : "Apa belum tiba saatnya bagi orang-orang mukmin, bahwa tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kebenaran Al-Qur'an yang diturunkan, dan bahwa mereka tiada seperti orang-orang ahli kitab sebelum mereka, maka sudah lama antara mereka dengan Nabinya, lalu menjadi keras hati mereka, dan umumnya mereka fasik." (QS. Al Hadid: 16)

وَقَفَّيْنَـا بِعِـيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَاٰتَيْنَـاهُ اْلإِنْجِيْلَ وَجَعَـلْنَّــافِى قُلُوْبِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ رَأْفَةً وَرَحْمَتًــ وَرَه‍ْـنًــا نِيَّةً اِبْتَدَ عُوْه‍َـامَـاکَتَبْنَــَاه‍َـا عَلَيْهٍمْـ اِلاَّابْتِغَـآءَ رِضْوَانَ اللّٰهِ فَـمَـا رَعَوُ ه‍َـا حَقَّ رِ عَايَتِهَـا . (الحديد ٩٢).

Artinya:"...dan Kami ikutkan pula dengan Isa anak Maryam dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami adakan kasih sayang dalam hati para pengikutnya. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyah (mengasingkan diri di gereja tanpa beristri), padahal Kami tiada menyuruh demikian kepada mereka, tetapi mereka nekat memperbuatnya, karena menuntut keridhaan Allah, sedang mereka tiada membentengi/memelihara sesuai hak pemeliharaannya...." (Al Hadid 27).

وَلآتَكُوْنُوْ اكَالَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَامِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَاثًـا. (النحل ٩٢).

Artinya: "Janganlah kamu seperti wanita yang merusak benang yang sudah lama dipintal kokoh; lalu menjadi pudar kembali/ rusak berantakan." (An-Nahl 92).

وَابُدُ رَبَّكَ حَتَّ يَأْتِيَكَ الَيَقِينُ .(الحجر : ٩٩).

Artinya: "Sembahlah Tuhanmu, hingga datanglah kenyataan (mati) padamu." (Al Hijr : 99).

Sedangkan hadits-haditsnya, yaitu diantaranya :

1. Dari Aisyah, Rasulullah Saw., bersabda: "Perilaku agama yang sangat disenangi oleh Allah, yaitu yang dilaksanakan secara langgeng/kontinyu oleh pelakunya." (HR. Bukhari - Muslim).

2. Dari Umar bin Khattab, Rasulullah Saw., bersabda:

مَنْ نَـامَ عَنْ حِزْبِهِ مِنَ اللّـيْلِ اَوْعَنْ شَيِءً مِنْهُ فَقَرَأَهُ مَابَيْنَ صَلَاةِ اُلفَجْرِ وَصَلَاةِ الْظُّهْرِ کُتِبَ لَهُ كَانَّمَاقَرَأَهُ مِنَ اللَّيْلِ. (رواه مسلم).

Artinya: "Barangsiapa tertidur tidak membaca hizib (wirid yang harus dibaca) di malamnya, lalu ia baca di pagi hari, Maka dianggap sudah memenuhi bacaannya dimalam hari."

3. Dari Ibnu Amr bin Ash, Rasulullah Saw., menasehati aku, sabdanya:

يَـاعَبْدَاللّٰهِ ، لآتَکُنْ مِشْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُوْمُ الْيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ. (متفق عليه).

Artinya: "Hai Abdullah bin Amr, kamu jangan meniru si anu, dulunya giat shalat malam (tahajud), tetapi akhir-akhir ini selalu absen/tidak lagi melakukannya." (HR. Bukhari-Muslim).

4. Dari Aisyah, ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰمُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ اِذَافَاتَتْـهُ الصّـلَاةُ مِنْ اْلَّيْلِ مِنْ وَجَعٍ اَوْغَيْرِهِ صَلَّى مِنَ النَّهَـارِ ثِنْتَىْ عَشْرةَ رَکْعَةً . (رواه مسلم).

Artinya: "Sudah menjadi tradisi Rasul Saw., ketika beliau absen shalat tahajjud di malam hari akibat sakit atau udzur lainnya, maka beliau melakukan shalat di siang hari sebanyak 12 raka'at sebagai pengganti (pembayarnya)". (HR. Bukhari).

🙏