Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Syafaat ...



BAB SYAFA'AT/PERTOLONGAN.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Seorang muslim diseru supaya memberi syafaat kepada siapa saja/fihak yang memerlukannya, Firman Allah;

مَنْ يَشْفَعْ شَفَـاعَةً حَسَـنَةً يَکُنْ لَـهُ نَصِيْبٌ مِنْهَـا (النّساء : ٨٥)

Artinya : ”Barang siapa menolong dengan pertolongan yang baik, adalah satu bagian dari kebaikan itu baginya …” (An Nisa- 85).

Dari Abu Musa; katanya:

كَانَ النَّبِىُّ صَلّٰى اللّٰهُ عَليه وسَلَم اٍذَا اَتَـاهُ طَالِبُ حَاجَةٍ اَقْبَلَ عَلٰى جُلَسَاءِـهِ فَقَـالَ : اِشْفَعُوْا تُؤْجَرُوا وَيَقْضِىَ اللّٰهُ عَلٰى لِسَـانِ نَبِيِّـهِ مَـا اَحَبَّ (متفق عليه)

Artinya : ”Nabi Saw. sewaktu didatangi oleh orang yang tengah memerlukan pertolongan, lalu beliau bersabda; ”Tolonglah oleh kalian hai para sahabat, supaya kamu mendapat bagian pahala, dan Allah akan memenuhi kebutuhannya lewat lisan Nabi_Nya apa yang Dia cintai (yang Dia kehendaki) (HR. Bukhari- Muslim)

Dari Ibnu Abbas, tentang cerita seorang wanita budak dengan suaminya yang budak juga: Nabi Saw, bersabda kepada wanita tersebut: ”Bagaimana kalau kau kembali kepada suamimu? Jawabnya; ”Ya Rasul, apakah Anda menyuruhku kembali padanya? Sabdanya: ”Aku sekedar memberi syafaat saja (hanya menganjurkan). Lalu jawab wanita itu; ”Aku tiada hajat lagi kepadanya.” (HR. Bukhari).

Suaminya bernama Mughits, dan sesudah Barirah dimerdekakan, ia dibebaskan untuk memilih terus berumah tangga dengan Mughits atau melepaskannya, padahal suaminya masih tetap menyintainya, oleh sebab itulah Rasul Saw, bersabda: ”Bagaimana kalau kau kembali kepada suamimu, kasihan dia.” Itulah suatu misal tentang syafa'at.

🙏