BAB TUGAS MENYAMPAIKAN AMANAT.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
ayat-ayatnya :
اِنَّ اللّٰهَ يَـأْمُرُکُمْ اَنْ تُؤَدُّوا اْلاَمَـانَاتِ اِلٰٓى اَهْلِهَـا وَاِذَا حَکَمْتُمْ بَيْنَ النَّـاسِ اَنْ تَحْکُمُوْا بِالْعَدْلـــِـ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّـا يَعِظُـکُمْ بِهِ اِنَّ اللّٰهَ کَانَ سَمِيْعًابَصِيْرًا
(النّسـاء : ٥٨)
Artinya : ”Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kamu supaya menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menghukum di antara manusia hendaklah kamu menghukum dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (An-Nisa' : 58)
اِنَّـاعَرَضْنَـاالْاَمــَـانَـةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبــَـالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَحْمِلْنَهَـا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَـهَـاالْاِنْسَانُ اِنَّهُ كَانَ ظَلُوْمًاجَهُوْلًا
Artinya : ”Bahwasanya Kami telah mengunjukkan tugas amanat itu kepada langit, bumi dan gunung-gunung, lalu mereka enggan menerimanya karena khawatir menyalahinya, kemudian tugas itu diterima begitu saja oleh manusia, sesungguhnya adalah dia zalim lagi bodoh.” (Al Ahzab : 72).
Amanah yang dimaksud ialah agama Allah. Langit dan bumi serta gunung-gunung enggan menerima amanah tersebut karena tidak ada kemampuan melaksanakannya, lalu manusia menerimanya sebagai tanggung jawabnya sebagai Khalifah Allah di bumi. Kemudian ada di antara manusia yang tidak dapat melaksanakannya oleh karena kezaliman dan kebodohannya.
Dari Abu Hurairah, Rasul Saw bersabda:
اٰيـَةُ اْلمُــنَافِقِ ثَلَاثٌ: اِذَا حَدَّثَ کَذَبَ، وَاٍذَا وَعَدَ اَخْلَفَ وَاِذَا اـــْٔتُمِنَ خَانَ ( مُتَّفَقٌ عَلَهِ)، وَفِى رِوَايَةٍ، وَاِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ اَنَّهُ مُسـْلٍمٌ.
Artinya : ”Bukti seseorang itu munafik ada tiga, yaitu: ”Setiap bicara pasti dusta, setiap mengadakan perjanjian pasti menyalahi, dan setiap dipercaya pasti khianat.” (HR. Bukhari-Muslim).
Riwayat lain: ”Sekalipun ia puasa (di bulan Ramadhan), shalat setiap hari, dan menyatakan diri sebagai orang Islam.”
Dari Hudzaifah bin Al Yamani; ”Rasul Saw. membicarakan tentang dua peristiwa kepada kami, salah satunya aku sudah tahu pasti dan kini tengah menunggu yang kedua. Pertama: ”beliau menjelaskan sewaktu amanat masih kuat dalam hati manusia, lalu turunlah Al Qur'an, dan mereka mempelajari Al Qur'an dan sunnah Rasul, setia melaksanakan amanat yang ada di dalamnya. Kedua: ”Beliau Saw. menjelaskan tentang diangkat amanat itu dari hati manusia, lalu katanya, : ”Seorang pria tidur tercabutlah amanat itu dari hatinya, yang ada hanyalah bekas yang sangat tipis, lalu ia tidur lagi dan tercabutlah bekas yang sangat tipis itu, sampai tinggal seperti belulang, seperti api yang terinjak oleh kakimu, lalu bengkak padahal tiada berisi apa-apa. Kemudian beliau memberinya contoh sebuah batu, diinjak dengan kakinya. Lalu sehabis itu para manusia seperti biasa berbi'at, jual-beli, namun tiada lagi yang amanat/jujur. Hingga disebut-sebut, di sana pada keluarga anu masih ada yang amanat, ia dipuji, : ”Benar-benar tabah, sabar, ramah-tamah dan pandainya, padahal dalam hatinya tiada iman sedikitpun, sekalipun sekecil biji sawi. Kata Hudzaifah: ”Sungguh aku sudah mengalami zaman, aku tiada memilih orang dalam berbi'at, jika ia seorang muslim, tunduk-taat pada agamanya, jika seorang kristen atau zionis, hanya takut pada hukum pemerintah. Sedang hari ini, aku tiada mempercayai dalam berbi'at, kecuali kepada si anu dan si anu saja.” (HR. Bukhari- Muslim)
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah, Rasul Saw bersabda: Allah menghimpun seluruh lapisan masyarakat, lalu tegaklah orang-orang mukmin mendekati sorga, mereka mengunjungi Nabi Adam dengan keperluan mohon bantuan, kata mereka; ”Hai bapak kami, sudilah kiranya bapak berdo'a bagi kami demi terbukanya pintu sorga. Jawabnya; ”Bukankah kesalahan bapakmu yang mengakibatkan kalian terusir dari sorga, untuk itu tiada hak bagiku dalam urusan ini, cobalah kalian datang kepada puteraku Ibrahim sebagai khalilullah. Lalu mereka bersama-sama mengunjunginya, namun dijawab oleh Nabi Ibrahim; tiada hak bagiku dalam masalah ini, karena aku hanyalah khalilullah terbelakang. Cobalah kalian pergi ke Musa yang diajak wawancara oleh Allah secara langsung, lalu mereka bersama-sama mendatangi Nabi Musa, namun dijawab; ”Itu bukan urusanku, cobalah kalian datang kepada Isa kalimatullah, namun dijawab olehnya: ”Itu bukan urusanku, cobalah kalian mendatangi Nabi Muhammad Saw., beliau punya mandat/surat izin, kemudian dilepaslah amanat dan rahim tegak di kanan kiri jembatan. Akhirnya lewatlah trip pertama seperti kilat cepatnya. Kata Abu Hudzaifah: ”Seperti kilat? Beliau menjawab; ”Tahukah kamu pulang balik sekejab netra? Dan lewat pula trip kedua; ”Seperti burung terbang cepatnya, berikutnya seperti maraton, dan semua itu amal perbuatan masing-masing yang melakukannya. Sedangkan Nabimu waktu itu tegak di atas jembatan seraya berdo'a: ”Ya Tuhan, selamatkanlah 2x, hingga pada giliran mereka yang sangat sedikit amal baiknya, mereka tiada kemampuan untuk berjalan kaki, kecuali merangkak-rangkak dan di kanan kirinya ada bantolan yang ditugaskan menyeret mereka yang sudah ada daftarnya, maka ada diantara mereka yang luka-luka tetapi selamat, dan ada pula yang terjerumus ke neraka. Kata Abu Hurairah; ”Demi Allah yang jiwaku di bawah kekuasaan_Nya, bahwa intip neraka jahanam dalamnya diperkirakan sejauh perjalanan 70 tahun turun kebawah.”
