BAB MERAHASIAKAN 'AIB UMAT ISLAM DAN MENJAGANYA.

”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Seorang muslim yang baik, pasti pandai merahasiakan 'aib/keburukan kawan sesama muslimnya, juga pandai menjaga supaya tidak sampai bocor, dengan kata lain haram membukanya tanpa ada kepentingan. Maka bagi yang melanggar, perhatikanlah ancaman Allah, dalam Firman_Nya :
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ اْلفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْالَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ فِى الدُّنْيـَا وَاْلاٰخِرَةِ .
Artinya : ”Bahwasanya orang-orang yang suka membocorkan 'aib keburukan orang-orang mukmin, maka bagi mereka siksa yang pedih di dunia dan akhirat.....(An-Nur: 19)
Dari Abu Hurairah , Rasulullah Saw. bersabda :
لاَيَســلُرُّ عَبْدٌ عَبْدًا فِى الدُّنْيَــااِلَّا سَتَرَهُ اللّٰهُ يَوْمَ اْلقِيَـامَةِ . (رَوَاهُ مُسْلِمْ).
Artinya : ”Tiada seorang yang pandai merahasiakan 'aib keburukan sesama manusia di dunia, kecuali Allah juga menyembunyikan 'aib keburukannya di hari kiamat.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda : ”Semua umatku selamat, kecuali yang berbuat dosa secara nyata. Setengahnya yaitu orang yang berbuat dosa di malam hari, lalu menceritakan kepada orang lain di pagi harinya, padahal Allah merahasiakannya semalam, tahu-tahu dinyatakan/disiarkan olehnya sendiri di pagi harinya, apa-apa yang dirahasiakan oleh Allah. (HR. Bukhari-Muslim).
Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda : ”Ketika seorang wanita (budak) berbuat zina 1x secara nyata, hendaklah didera tapi jangan diejek, lalu jika berzina lagi kedua kalinya, hendaklah didera tapi jangan dimarahi, kemudian jika berbuat zina ketiga kalinya, maka jauhkanlah (juallah) ia, sekalipun hanya ditukar dengan tampar bulu hewan.” (HR. Bukhari-Muslim)
Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda : ”Seorang pria pemabuk minuman keras tertangkap dan dimajukan ke pengadilan Nabi Saw., lalu bersabda: ”Pukul dia! Kata Abu Hurairah; ”Kemudian diantara kami ada yang memukul dengan tangan, dengan sepatu-sandal dan ada yang dengan baju.” Sesudah lewat, tiba-tiba setengah masyarakat ada yang mengejek: ”Semoga Allah mengejekmu.” Lalu Nabi Saw. bersabda: ”Kalian jangan melontarkan ucapan itu, karena hal itu membantu syetan.” (HR. Bukhari)
