Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Amar ma'ruf ....



BAB AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Ayat-ayat yang menyerukan; ayat 104 dan ayat 110 surat Ali Imran dan ayat-ayat sebagai berikut:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌيَّدْعُوْنَ اِلَى اْلخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَاُولٰٓـــِٕكَ ه‍ُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ.

Artinya : ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran : 104)

كُنْتُمْ خَيْرٌ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ . (ال عمران:١١٠)

Artinya : ”Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi masyarakat dunia, supaya amar ma'ruf nahi munkar”. (Ali Imran: 110)

خُذِ اْلـعَـفوَ وَأْمُرْ بِالْـعُرْفٍ اَعْرِضْ عَنِ اْلجَـاه‍ِلِيْنَ . (الاعراف : ١٩٩)

Artinya : Maafkanlah dan suruhlah berbuat ma'ruf dan berpaling dari masyarakat Jahiliyah”. (Al A'raf : 199).

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِِنَـاتُ بُـعْضُـهُمْ اَوْلِـــيَـــٓاءُ بَـعْـضٍ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ اْلمُنْكَرِ .

Artinya : ”Orang-orang mukmin baik pria atau wanita, setengahnya menjadi wali bagi yang lain. Mereka melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar”. (At-taubah: 71)

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ بَنِٓى اِسْرَآءِيْلَ عَلـٰى لِـسَـانِ دَاوْدَ وَعِيْسَى اْبْنِ مَرْيَمَ ذٰلِكَ بِـمَـاعَصَوْا وَكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ . كَانُوْا لَايَتَنَاه‍َوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِـْٔسَ مَـاكَانُوْا يَفْعَلُوْنَ .

Artinya : ”Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka selalu perbuat. Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat itu.” (Al Maidah : 78-79).

وَ كُلِ اْلحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَـنْ شَــآءَ فَلْيُؤْ مِـنْ وَ مَـنْ شَــآءَ فَلْيَكْفُرْ .

Artinya : ”Katakanlah, kebenaran itu dari Tuhanmu, barang siapa mau, berimanlah kepadanya, dan siapa ingkar, silahkan.” (Al Kahfi : 29).

فَاصْدَعْ بِمَـا تُؤْ مَرُ (الحجر: ٩٤)

Artinya : ”Maka sebarkanlah apa-apa yang diserukan Allah kepadamu....... ” (Al Hijr : 94)

اَخْجَيْنَـاالَّذِيْنَ يَنهَوْنَ عَنِ ٓالسُّٓوْءِ وَاَخَذْنَـا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِـعَـذَابِ بِــِٔيْسٍ بِمَا کَانُوْا يَفْسُقُوْنَ (الاعراف : ١٦٥)

Artinya : ”Maka Kami selamatkan orang-orang yang menghindari kejahatan dan Kami siksa orang-orang yang aniaya dengan siksaan yang pedih, akibat kefasikan mereka.” (Al A'raf : 165).

Dari Abu Sa'id Al Hudri Rasul Saw. bersabda :

مَنْ رَاَى مِنْکُمْ مُنْکَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيــــدِهِ، فَـــاِنْ لَمْ يَسـتَطِعْ فَبــلِسَــــانِـهِ ، فَــانْ لَمْ يَسْــتَطِعْ فَبِقَـلْـبِـهِ ، وَذٰلِكَ اَضْعَفُ اْلاِيْمَانِ (رواه مسلم)

Artinya : ”Barangsiapa diantaramu menghadapi perkara mungkar, maka hendaklah merubah dengan tindakan/kekuasaannya, dan jika tiada kemampuan, maka hendaklah dengan nasehatnya, dan jika tiada kemampuan pula, maka hendaklah dengan keimanan hatinya, itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Dari Zainab istri Nabi : ”Bahwasanya Nabi Saw. masuk ke rumahnya diliputi rasa takut, sabdanya:”

لَا اِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَـدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ اْليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجَ وَ مَأْ جُوْجَ مِثْلُ ه‍ٰذِهِ، وَحَلَّقَ بِاُصْبُعَيْهِ الْاِبْهَامِ وَالَّتِى تَلِهَا ، فَقُلْتُ: يَارَسُوْلَ اللّٰهِ اَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ نَعَمْ ، اِذَاکَثُرَ اْلخَبَثُ (متفق عليه)

Artinya : ”Tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah, Hati-hatilah bangsa Arab dari dekatnya ancaman, karena saat ini benteng/penghalang Ya'juj Ma'juj sudah bocor sebesar lubang ini, beliau melengkungkan jari telunjuknya pada ibu jarinya. Kataku: ”Ya Rasul, apakah kami akan binasa, padahal masih banyak para shalihin di tengah-tengah kami? Ya, sewaktu perbuatan jahat sudah membudaya” di kalangan masyarakat.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari Abu Bakar Shidiq, katanya: ”Hai umat manusia, kamu membaca ayat 105 S. Al Maidah kurang memahami dengan sungguh tentang artinya, dan sungguh aku dengar Rasul Saw. bersabda:

Artinya : ”Sungguh ketika masyarakat merasakan/melihat seorang pejabat berbuat aniaya, tiada seorang pun yang berani menghalanginya, maka tiada tertutup kemungkinan hampir tiba saatnya Allah menurunkan siksa secara merata kepada mereka.”(HR. Abu Daud, Turmudzi, dan Nasa-i).

Inilah ayatnya :

يَااَيُّهَـاالَّذِيْنَ اٰمَنُوا عَلَيْکُمْ اَنْفُسَکُمْ لَايَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ اِذَا اه‍ْتَدَيْتُمْ اِلٰى اللّٰهِ مَرْجِعُکُمْ جَمِيْعًـا فَيُنَبِّــــُٔکُمْ بِمَـاکُنْتُمْ تَعْمَـلُوْنَ .

Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu! Orang-orang yang sesat itu tidak akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah tempat kembali kamu semuanya, maka Dia akan terangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Maidah : 105).

🙏

Rasulullah Saw. bersabda : ”Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).