Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Nasehat.



BAB NASIHAT.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Ayat-ayatnya :

اِنَــمَّــا اْلمُؤْمِِـنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوْا اللّٰهَ لَعَـلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ .

”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

اُبَـلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَببِّيْ وَاَنْصَحُ لَكُمْ وَاَلَمُ مِـنَ اللّٰهِ مَـالاَ تَـعْـلَمُوْنَ .

”Aku sampaikan kepadamu risalah Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

اُبَـلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَنَاْلَكُمْ نَاصِحٌ اَمِِـيْنٌ .

”Aku sampaikan kepada kamu risalah Tuhanku dan aku adalah pemberi nasehat yang jujur kepadamu.”

Hadits-haditsnya:

1. Dari Ibnu Aus, Nabi Saw. bersabda :

اَلْدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قُلْنَـا: لِمَنْ ؟ قَالَ لِلّٰهِ وَلِكِنَـا بِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِاَءِمَّةِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّنِهِمْ (رَوَاهُ مُسْلِمْ)

Artinya : Agama adalah nasehat. Kami bertanya: ”Bagi siapa ya Rasul? Jawabnya: ”Bagi Allah, kitab_Nya, Rasul_Nya dan para tokoh umat Islam umumnya.” (HR. Muslim)

2. Dari Jabir bin Abdullah, katanya :

بَايَعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلمْ عَلٰى اِقَامِ الصَّــلَاةِ وَاِيْـتَــاءِ الذَّكَاةِ وَالنَّصْحِ لِكُلِّ مُسْــلِمٍ. (متفق عليه).

Artinya : ”Aku berbai'at kepada Rasul Saw. untuk tetap shalat, membayar zakat dan memberi nasehat kepada setiap orang Islam.” (HR. Bukhari-Muslim)

3. Dari Anas, Nabi Saw. bersabda :

لَايُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِاَخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِـــهِ (متفق عليه)

Artinya : ”Belum dianggap sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga mencintai saudara sesama muslim seperti pada dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

🙏

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : “Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan manhaj Salafus Shalih, menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan (menurut) kesepakatan para ulama karena sesungguhnya manhaj Salafus Shalih itu tidak lain hanyalah kebenaran.” (Al Fatawa 4/149)