Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


BAB MENYAMBUNG PERSAUDARAAN DENGAN KAWAN AYAH IBU.




”Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

1. Dari Ibnu Umar, Nabi Saw. bersabda:

اَبَـرُّالْبِـرِّ اَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّاَبِيْهِ.

Artinya: "Menyambung atau melestarikan hubungan baik dengan kawan ayah-ibu adalah termasuk birrul walidain (berbakti kepada ayah-ibu).

2. Dari Abdullah bin Dinar: " Bahwasanya seorang pria badwi berjumpa dengan Abdullah bin Umar di tengah jalan Makah, Abdullah menegur dengan uluk salam kepadanya, lalu mengajaknya naik kendaraan (kuda) dan mempersilahkan badwi itu yang mengendarainya, serta sorbannya diberikan supaya ia yang memakainya. Kata Abdullah bin Dinar; "Mudah-mudahan Allah lebih mempatutkan bagimu, karena mereka itu suka pemberian yang sederhana. Jawab Abdullah bin Umar; " Sungguh ayah Badwi ini dulu kawan setia ayahku (Umar bin Khattab) dan sungguh aku telah mendengar Rasul Saw. bersabda: "Bahwasanya berbakti kepada kedua orang tua yang paling utama, ialah menyambung persaudaraan dengan kawan-kawan ayahnya".

3. Dari Malik bin Rabi'ah: " Sewaktu kami duduk-duduk bersama Rasul Saw. tiba-tiba datanglah seorang pria Bani Salimah, katanya: "Ya Rasul, dapatkah berbakti kepada kedua orang tua sesudah mereka meninggal ? Jawabnya: " Ya bisa, yaitu: "Dengan menshalatinya, beristighfar untuknya dan menunaikan pesan/janjinya, serta menyambung keluarga yang terputus kecuali lewat jalan keduanya, dan memulyakan kawan-kawan mereka berdua". (HR. Abu Daud).

4. Dari Aisyah: " Tiada seorangpun para isteri Nabi Saw. yang lebih kucemburui, kecuali Khadijah, padahal aku tiada berjumpa sekalipun, namun beliau sering menceritakannya. Yang lebih membuat cemburu padaku, terkadang beliau menyembelih yang sebagiannya diantarkan kepada kawan-kawan Khadijah, hingga pernah kukatakan demikian: "memangnya di dunia ini tiada lagi wanita selain Khadijah? Jawabnya: " ia dia adalah wanita yang demikian, mengungkap jasa kebaikannya, disamping itu juga kuperoleh putra/putri darinya". (HR. Bukhari- Muslim).

Riwayat lain: "Sahut Aisyah: " Bukankah Allah telah menggantikan bagimu yang melebihi Khadijah? Jawabnya: Tidak, demi Allah ia beriman lebih dahulu kepadaku saat masyarakat masih kafir, ia telah menolongku di saat umumnya masyarakat mengejekku, ia telah mengorbankan harta bendanya, seluruh kekayaannya diserahkan kepadaku di saat umumnya masyarakat nembaikotku secara bersama-sama.

Riwayat lain: "Jika beliau menyembelih kambing, berkata: " Antarkanlah kepada kawan-kawan Khadijah.

Riwayat lain: "Halah binti Khuwailid saudara Khadijah pada suatu hari permisi masuk ke rumah Rasul Saw. maka sewaktu beluau mendengar suaranya, terharulah beliau sebab tergugah ingatannya kepada Khadijah, lalu beliau bersabda: " Ya Allah, inilah Halah binti Khuwailid/saudara Khadijah ".

5. Dari Anas bin Malik: " Aku berangkat bersama dengan Jarir bin Abdullah, di tengah perjalanan/bepergian ia senantiasa berkhidmat kepadaku, kataku: "Hai Jarir, jangan terlalu mengkhidmah kepadaku kau, berbuatlah seperti biasa-biasa saja. Bahkan jawabnya: " Sungguh aku telah membuktikan sendiri, Khidmah kesetiaan para sahabat Anshar kepada Rasul Saw. sampai-sampai aku bersumpah pada diriku: "Aku tiada berkawan dengan mereka kecuali aku akan berkhidmah sepenuh hatiku, kepada mereka". (HR. Bukhari-Muslim).

🙏